Frensia.Id- Sebuah ledakan menggegerkan warga di kawasan Jalan Mastrip, Kecamatan Sumbersari, Jember, pada Senin (6/7). Ledakan tersebut berasal dari tabung boiler (pemanas air setrika uap) milik salah satu usaha laundry “Cucikan Laundry dan Wet Cleaning”.
Menurut Kapolsek Sumbersari, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Insiden ini sempat membuat warga dan pengguna jalan di sekitar perempatan Jetos panik karena suaranya yang cukup keras.
“Benar telah terjadi musibah ledakan tabung boiler setrika uap di salah satu tempat usaha laundry di Jalan Mastrip No. 73. Anggota kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan situasi. Kami pastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini, korban jiwa nihil,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).
Selanjutnya kata dia, peristiwa bermula saat salah seorang karyawan laundry bernama Rukmini (38). Sedang mengisi air ke dalam tabung boiler yang berada di lantai dua.
“Sekitar pukul 17.30 WIB, saksi (Rukmini) sedang mengisi air di tabung boiler. Setelah dirasa penuh, saksi melihat kondisi tabung gas LPG sudah mau habis. Saksi kemudian turun ke bawah untuk mengambil tabung gas baru,” ujarnya.
Namun, baru sekitar dua menit ditinggal atau sekitar pukul 17.32 WIB. Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras dari lantai atas.
“Mendengar suara ledakan tersebut, saksi bergegas kembali naik ke lantai dua untuk mengecek. Saat dicek, tabung boiler sudah meledak, sementara tabung gas LPG 3 kg kondisinya masih utuh dengan selang regulator menempel dan dalam keadaan berembun,” paparnya.
Pihak kepolisian mengindikasikan bahwa penyebab utama ledakan murni berasal dari tabung boiler pemanas air setrika uap. Bukan dari tabung gas LPG.
“Indikasi awal karena tekanan pada tabung boiler (pemanas air), bukan ledakan gas LPG,” tambahnya.
Akibat insiden ini, pemilik usaha laundry, Heru, warga Perum Gunung Batu, Sumbersari, diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp 5 juta. Diketahui status lokasi bangunan tempat usaha tersebut merupakan tempat sewa atau kontrak.
“Kami juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi, termasuk dua karyawan laundry yakni Retno (33) dan Rukmini (38), serta seorang warga sekitar, Sutikno (38). Saat ini situasi di lokasi kejadian dipastikan sudah kembali kondusif,” tandasnya.






