FRENSIA.ID– Seorang Perempuan tewas akibat cekcok dengan suaminya di Kecamatan Sempu, Banyuwangi, pada Minggu (09/08/26) pagi. Korban mengalami luka tusuk pada perut bagian kiri setelah ditikam oleh sang suami
Yuni Kosayah (25) merupakan istri siri dari Supriadi (31), berdasarkan data identitas diri Yuni merupakan warga Dusun Krajan, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon. Ia kemudian menikah secara siri dengan Supriadi warga Dusun Krajan, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu.
Setelah menikah keduanya tinggal di Dusun Tapaklembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu yang merupakan tempat penganiayaan berakhir penusukan terhadap Yuni hingga tewas.
Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Lanang Teguh Pambudi membenarkan peristiwa tersebut dan menyebut korban telah tewas usai dilaporkan.
“Kami dapat laporan dari warga dan langsung ditindak lanjuti, benar korban mengalami luka tusuk di perut,” ungkap Lanang, Minggu (09/08/26).
Lanang menyebut, saat ini pihaknya telah melakukan olah TKP dan rekonstruksi awal dengan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi dan sejumlah bukti.
“Saat ini olah TKP sudah cukup dan kami sudah melakukan rekonstruksi awal untuk mengetahui secara detail informasi peristiwa,” katanya.
Menurut Lanang, keluarga menolak otopsi dan selanjutnya korban yang saat ini berada di RS Al-Huda akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Keluarga menolak otopsi jadi korban akan diserahkan pada keluarga untuk dimakamkan,” terang Lanang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (09/08/26) pagi, dimana korban bernama Yuni Kosayah (25) diduga tengah memasak saat peristiwa tersebut terjadi. Riadi Purwanto tetangga korban mengungkapkan, hampir semua tetangga mengetahui bahwa pasangan muda itu telah cekcok sejak malam hari.
“Wes koyok sego jangan (sudah biasa) ribut jadi kami kira tidak akan sampai begini. Karena hampir setiap hari itu ribut,” terangnya kepada wartawan, Minggu (09/08/26).
Riadi mengaku tidak melihat secara langsung cekcok yang berujung maut lantaran peristiwa terjadi di dalam rumah. Namun, ia mengetahui bahwa peristiwa terjadi antara pukul 6 sampai 7 WIB, sejumlah tetangga mendapati pelaku yang merupakan suami korban bersama adik dari pelaku membawa korban ke rumah sakit.
“Sekitar jam 6 apa jam 7 gitu ya dibonceng ke rumah sakit dengan adik pelaku tapi tidak tahu meninggalnya disini apa di rumah sakit,” kata Riadi.
Ia dan sejumlah tetangga lainnya hanya mengenal korban dan pelaku sebagai tetangga yang baru saja pindah selama 2 tahun. Ia mengetahui bahwasanya pasangan muda tersebut berstatus suami istri dengan pernikahan siri. (Qhobid Z)






