Prof Askal Tantang Mahasiswa Baru UIN KHAS: Jangan Hanya Mengejar IPK!

Monday, 31 August 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Prof Askal Tantang Mahasiswa Baru UIN KHAS, Jangan Hanya Mengejar IPK! (Sumber: istimewa)

Gambar Prof Askal Tantang Mahasiswa Baru UIN KHAS, Jangan Hanya Mengejar IPK! (Sumber: istimewa)

FRENSIA.ID-Ribuan mahasiswa baru UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mendapat suntikan semangat yang tak biasa pada pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Senin (31/8/2026). Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag., melempar tantangan tegas agar para mahasiswa baru tidak sekadar menjadi pengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang miskin kontribusi nyata bagi masyarakat.

Hadir sebagai keynote speaker dengan tema “Muda, Bergerak, Berdampak: Mengubah Potensi Menjadi Aksi dan Prestasi”, Prof. Arskal membongkar rumusan sukses di bangku kuliah melalui konsep 3I: Ilmu, Integritas, dan Impact (dampak).

Ia menegaskan bahwa transisi dari siswa menjadi mahasiswa harus diiringi dengan revolusi cara berpikir. Jika dulu siswa terbiasa pasif menelan materi dari guru, kini mahasiswa dituntut kritis bertanya tentang masalah nyata apa yang bisa dipecahkan melalui ilmu yang mereka pelajari.

Baca Juga :  Keren Mahasiswa S3 di Jember Kembangkan AI Pendeteksi Kematangan Durian

“Jangan hanya mengejar IPK,” katanya

Menariknya, di tengah masifnya disrupsi digital, Prof. Arskal tidak meminta mahasiswa menjauhi teknologi. Ia justru mewajibkan mahasiswa baru untuk melek Artificial Intelligence (AI) agar tidak tergilas zaman. Namun, ia memberikan peringatan keras terkait etika akademik.

Menurutnya, mahasiswa yang buta AI akan tertinggal, tetapi mereka yang menggunakan AI tanpa etika akan kehilangan masa depan. Ia menegaskan bahwa AI boleh dimanfaatkan untuk memantik kreativitas, riset, dan pemecahan masalah, bukan menjadi jalan pintas untuk menyontek apalagi melakukan plagiarisme.

“AI boleh membantu otak kita, tapi jangan sampai AI menggantikan otak kita,” pesannya tajam.

Di sinilah letak tantangan terbesarnya. Prof. Arskal meminta ribuan mahasiswa di hadapannya untuk tidak menghabiskan waktu empat tahun hanya untuk mengerjakan tugas kuliah lalu mengejar kelulusan formal. Ia menantang mereka untuk mencetak karya nyata, meraih prestasi, aktif berorganisasi, serta mengasah kepekaan sosial melalui pengabdian.

Baca Juga :  Puting Beliung Terjang Purwoharjo Banyuwangi, 12 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Timpa Bangunan

Tak hanya itu, penguasaan literasi digital dan kemampuan bahasa asing—seperti Arab, Inggris, hingga Mandarin—dinilai mutlak sebagai senjata menghadapi persaingan global. Perguruan tinggi, tegasnya, bukan sekadar pabrik pencetak sarjana pencari kerja, melainkan ruang pembentuk pencipta lapangan kerja dan inovator andal.

Memungkasi orasi kebangsaannya, Prof. Arskal merangkum empat pilar karakter yang wajib dihidupi setiap mahasiswa UIN KHAS Jember: cerdas, berakhlak, inovatif, dan berdampak. Ia berhasil membakar semangat ribuan mahasiswa yang memadati lokasi dengan seruan kebanggaan yang menggelegar,

“Dari Jember untuk Indonesia, dari Indonesia untuk dunia, dari UIN KHAS Jember untuk peradaban.”ujarnya.

Acara yang penuh energi ini kemudian ditutup dengan momen syahdu, di mana seluruh hadirin menundukkan kepala untuk mendoakan kesembuhan sivitas akademika yang sedang sakit, serta memanjatkan doa bagi para perintis kampus, termasuk mendiang Prof. Dr. H. Hepni.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kutip Kitab Klasik, Plt. Rektor Bakar Semangat 2.235 Mahasiswa Baru Di PBAK UIN KHAS Jember
Dua Pria Diduga Curi Cabai di Sawah Banyuwangi, Tepergok Petani
Agar Bantuan Sosial Tidak Terputus, Pendamping PKH Tegalwangi Mengedukasi untuk Menghindari Judol
Tim URC Macan Blambangan Tangkap Dua Spesialis Perampokan Pecah Kaca Lintas Negara
Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset
Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya
Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren
KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot

Baca Lainnya

Monday, 31 August 2026 - 11:54 WIB

Kutip Kitab Klasik, Plt. Rektor Bakar Semangat 2.235 Mahasiswa Baru Di PBAK UIN KHAS Jember

Monday, 31 August 2026 - 11:49 WIB

Prof Askal Tantang Mahasiswa Baru UIN KHAS: Jangan Hanya Mengejar IPK!

Friday, 28 August 2026 - 21:47 WIB

Dua Pria Diduga Curi Cabai di Sawah Banyuwangi, Tepergok Petani

Friday, 28 August 2026 - 07:28 WIB

Agar Bantuan Sosial Tidak Terputus, Pendamping PKH Tegalwangi Mengedukasi untuk Menghindari Judol

Thursday, 27 August 2026 - 12:49 WIB

Tim URC Macan Blambangan Tangkap Dua Spesialis Perampokan Pecah Kaca Lintas Negara

TERBARU

Economia

Menjadi Paus di Pasar Saham, Apa Saja Portofolio Blackrock?

Monday, 31 Aug 2026 - 07:01 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading