Frensia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama relawan Bupati Gus Fawait, telah melakukan pengawalan dalam pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia, pada Minggu (6/9/2026) malam hari.
Jenazah bernama Muhammad Iswandi, warga Desa Biting Krajan, Kecamatan Arjasa, Jember.
Dalam pemulangan tersebut, turut dihadiri Camat Arjasa dan Pakusari dan Kepala Dinas Tenaga Kerja serta sejumlah relawan.
Istantina Anitia, Putri Almarhum, menyampaikan bahwa sebelum meninggal, ayahnya sejak 2 tahun terakhir ini telah mempunyai penyakit diabetes dan darah tinggi.
“Tapi beliau itu kalau sakit itu tidak pernah bilang. Selalu tertutup orangnya. Baru kalau sudah sehat dapat 2 hari, 3 hari beliau berbicara,” kata Nita.
Nita mengaku bahwa dirinya menerima kabar ayahnya meninggal, pada Selasa (18/9/2026) pukul 13.00 WIB.
Lamanya proses penanganan dikarenakan terdapat banyak kendala, sejak minggu pertama setelah almarhum meninggal.
“Jenazah belum kita temukan. Karena meninggalnya di musala, takutnya ada penipuan. Jadi pihak keluarga tidak langsung mempercayai. Karena kan juga tidak ada identitas,” kata dia.
Namun, Nita baru mempercayai kabar meninggal tersebut, setelah mendapat kabar melalui sosial media teman ayahnya.
“Karena pas meninggal beliau di musala itu dalam keadaan HP-nya sudah hilang. Jadi, di sebelah jenazah itu cuma ada sisa paspor sama kunci kamar,” tuturnya.
Nita merasa terbantu dalam pemulangan jenazah, karena mendapat bantuan dari relawan Bupati Jember Gus Fawait dan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi.
Sementara itu, Rio Christiawan, Relawan Gus Fawait, menyampaikan bahwa jenazah telah tiba di Bandara Juanda Surabaya, pukul 13.00 WIB, dan sekitar pukul 20.00 WIB, langsung dimakamkan.
Kata dia, dalam berlangsungnya pemulangan jenazah telah dikawal penuh oleh Pemerintah Kabupaten Jember.
“Artinya memang pemerintahan bupati Fawait, sangat memperhatikan terkait dengan warga yang ada di luar negeri,” tutur Rio.
Lebih lanjut, Rio mengatakan Pemkab Jember akan terus melakukan pengamanan pada warganya yang berkerja di luar negeri.
“Karena mereka ini kerja juga untuk devisa Kabupaten Jember. Jadi, uangnya dari luar (negeri) masuk ke Indonesia ini, mereka itu pahlawan devisa sebenarnya,” tegasnya.







