LBH PKC PMII Jatim Gelar FGD Soroti Pengawasan Distribusi CSR di Jember

Tuesday, 15 September 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para narasumber saat acara FGD yang dilaksanakan LBH PKC PMII Jatim, di Gedung BEC UIN KHAS Jember (Foto: Hefni).

Para narasumber saat acara FGD yang dilaksanakan LBH PKC PMII Jatim, di Gedung BEC UIN KHAS Jember (Foto: Hefni).

Frensia.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur (Jatim) menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait peran dan fungsi pemerintah daerah serta aparat penegak hukum, terhadap pengawasan distribusi Corporate Social Responsibility (CSR), atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Kabupaten Jember, di Gedung BEC UIN KHAS Jember, pada Selasa (15/9/2026).

Dalam acara tersebut, telah menghadirkan berbagai narasumber dari lintas pemangku kebijakan, meliputi Pemerintah Kabupaten Jember, yang diwakili Direktur Utama Perumda Perkebunan (PDP) Kahyangan, Gogot Cahyo Baskoro.

DPRD Kabupaten Jember, yang diwakili Alfian Andri Wijaya, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember Fraksi Partai Gerindra, dan anggota Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah).

Akademisi Universitas Islam Jember (UIJ), Dr. Sidi Al Kahfi Setiawan.

Polres Jember, yang diwakili KBO Intel Polres Jember, IPDA Andri Robi Kurnianto.

Achmad Fais, selaku Sekretaris LBH PKC PMII Jatim, menyampaikan bahwa pihaknya mendorong revisi Peraturan Daerah tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Lingkungan (Perda TSPDL) tahun 2015, karena masih banyak ketentuan yang masih belum diatur.

Baca Juga :  Pria di Sukorambi Jember Ditemukan Tewas oleh Anaknya Sendiri saat Tergantung di Kamar

“Di antaranya terkait dengan berapa persen atau nominal pendistribusian CSR itu sendiri. Jadi, tidak ada nominal pasti di Perda itu,” kata Fais.

Selain itu, Fais juga menyarankan dibentuk wadah khusus data CSR perusahaan di Kabupaten Jember, agar lebih transparan dan akuntabel.

“Selama ini proses distribusi CSR itu banyak hanya dilakukan mandiri oleh masing-masing perusahaan, sehingga besaran distribusi CSR itu sulit untuk dipantau oleh pemerintah daerah maupun DPRD,” tuturnya.

Sementara itu, Alfian Andri Wijaya, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember, mengakui bahwa Perda TSPDL perlu banyak revisi, termasuk sanksi yang masih belum secara tegas diatur.

“Sebenarnya kalau pengawasan. Kalau terjadi pungli oleh oknum masyarakat kepada perusahaan yang itu bersifat memaksa ini, jelas tindakan premanisme, itu dilarang polisi,” ucapnya Alfian.

Namun, menurut Alfian, perusahaan yang tidak melaksanakan tanggung jawab sosial lingkungan, secara peraturan perundang-undangan, sebenarnya sudah bisa mendapat teguran lisan, tertulis, penghentian sementara, sampai pencabutan izin usaha.

Baca Juga :  Cerita Anak dari Jenazah PMI Asal Arjasa-Jember yang Meninggal di Malaysia: Kaki Habis Tertusuk Paku

Lebih lanjut, Dr. Sidi Al Kahfi Setiawan, Akademisi dari UIJ, mengakui bahwa secara nasional masih belum ada peraturan yang jelas terutama untuk pemerintah daerah, terkait pendistribusian CSR.

“Karena kalau pemerintah daerah, seperti Perumda dan sebagainya ya perusahaan umum daerah itu juga aturan-aturan yang mengatur secara konkret,” ujarnya.

Dia berharap ke depan bisa terdapat peraturan yang mengatur terkait pendistribusian CSR secara jelas dan terperinci.

Menindaklanjuti pengawasan tersebut, KBO Intel Polres Jember, Ipda Andri Robi Kurnianto, mengatakan akan tetap mengawal pendistribusian CSR agar tersalurkan secara merata pada pihak penerima bantuan.

“Untuk pihak-pihak yang menerima CSR ini, mungkin perorangan dari sekitar perusahaan itu atau mungkin secara lebih luas lagi, bisa kepada seluruh masyarakat dalam radius lebih besar lagi,” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Warga Dusun Kasengan Kalisat Jember Keluhkan Air Bersih hingga Penurunan Hasil Panen Imbas Kekeringan
Pencari Burung Temukan Mayat Pria Membusuk di Kuburan Cina Kencong Jember
Pria Gangguan Pendengaran di Jember Tertabrak Kereta Logawa Saat Olahraga Pagi
Respons DPRD Jember soal Antrean BBM: Harusnya Pertamina Melakukan Mitigasi
Diduga Meninggal dan Sudah Digelar Selamatan, Nenek di Jember Pulang Usai 30 Tahun Hilang di Malaysia
Ketua Panitia Muscab IKA PMII Jember: Muscab Jadi Pondasi Awal Gerakan Alumni
Muscab IKA PMII Jember Segera Digelar, Momentum Konsolidasi Alumni untuk Pembangunan Daerah
Misteri Rumah Kosong di Cangkring Jember Ludes Terbakar, Api Muncul Dari Sela-Sela Keramik

Baca Lainnya

Wednesday, 21 October 2026 - 23:23 WIB

Warga Dusun Kasengan Kalisat Jember Keluhkan Air Bersih hingga Penurunan Hasil Panen Imbas Kekeringan

Saturday, 17 October 2026 - 16:06 WIB

Pencari Burung Temukan Mayat Pria Membusuk di Kuburan Cina Kencong Jember

Saturday, 17 October 2026 - 14:04 WIB

Pria Gangguan Pendengaran di Jember Tertabrak Kereta Logawa Saat Olahraga Pagi

Friday, 16 October 2026 - 00:20 WIB

Respons DPRD Jember soal Antrean BBM: Harusnya Pertamina Melakukan Mitigasi

Wednesday, 14 October 2026 - 17:38 WIB

Diduga Meninggal dan Sudah Digelar Selamatan, Nenek di Jember Pulang Usai 30 Tahun Hilang di Malaysia

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading