Soroti Isu Nasional hingga Daerah, Aliansi Mahasiswa di Jember Layangkan 18 Tuntutan

Friday, 30 October 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah mahasiswa saat melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jember. (Foto: Istimewa).

Sejumlah mahasiswa saat melakukan aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jember. (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sadar menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Jember menyampaikan 18 tuntutan krusial kepada pemerintah daerah. Aksi yang digelar pada Jumat mulai dari pukul 14:30 WIB hingga 17:30 WIB.

Aksi ini menyoroti berbagai persoalan mulai dari tingkat daerah hingga nasional. 
Koordinator Aksi, Muhammad Dhiya’ul Haq, mengungkapkan bahwa 18 tuntutan tersebut merupakan hasil akumulasi keresahan yang dihimpun dari kalangan mahasiswa dan elemen masyarakat.

Menurutnya, tuntutan ini mencakup enam bidang utama yang dinilai mendesak untuk disuarakan. 

“Karena kita membawa tuntutan 18 ya. Cukup banyak, karena kita melihat keresahan-keresahan yang sudah dihimpun oleh teman-teman mahasiswa, yang kemudian berkolaborasi dengan elemen masyarakat,” kata Muhammad Dhiya’ul Haq saat ditemui di lokasi setelah aksi, Jumat (30/10/2026). 

Dhiya’ul menjelaskan, ke-18 tuntutan tersebut terbagi ke dalam bidang pendidikan, lingkungan, demokrasi dan HAM, politik berkebijakan, ekonomi, hingga kesehatan. Ia menilai, berbagai persoalan tersebut semakin terasa krusial di tengah evaluasi dua tahun kepemimpinan nasional serta kondisi riil di Kabupaten Jember. 

Baca Juga :  Realisasi BBM di Jember Tembus 45%, Hiswana Migas Duga Ada Penimbunan

“Melihat kondisi Indonesia dan 2 tahun kepemimpinannya Prabowo dan Gibran cukup signifikan terkait hal-hal yang harus kita suarakan,” ujarnya. 

Selain itu, Dhiya’ul juga menyoroti berbagai persoalan lokal hingga isu nasional seperti ketimpangan sosial, masalah lingkungan, keracunan, hingga masuknya unsur militerisme ke dalam ranah sipil.

Meski tuntutan tersebut belum disampaikan secara langsung kepada pimpinan DPRD Jember, mahasiswa memastikan bahwa gerakan mereka tidak akan berhenti sampai di sini.

Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal proses lanjutan hingga penandatanganan kesepakatan yang dijadwalkan oleh pihak legislatif. 

“Jadi aksi ini tidak tutup atau mungkin tidak berhenti di hari ini. Kita akan melaksanakan aksi-aksi selanjutnya, jilid-jilid aksi selanjutnya,” paparnya. 

Pihaknya juga memberikan peringatan keras. Jika pihak DPRD Jember mangkir atau tidak menepati komitmen yang telah disepakati, massa memastikan akan kembali turun ke jalan dengan kekuatan yang lebih besar. 

“Dan semisal tidak ditepati oleh Pemerintah Kabupaten Jember, cuman ada satu kata: kita lawan bersama-sama,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cerita Anak dari Jenazah PMI Asal Arjasa-Jember yang Meninggal di Malaysia: Kaki Habis Tertusuk Paku

Di sisi lain, perwakilan DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho, menanggapi tuntutan dan dinamika aksi yang disampaikan oleh massa mahasiswa. Pihak legislatif menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi tersebut dan menjadwalkan penandatanganan pernyataan sikap sesuai dengan tuntutan yang diajukan.

“Kami sudah menandatangani fakta integritas yang di dalamnya ada 18 macam tuntutan. Misalnya salah satunya yang diinginkan dan ingin diteruskan oleh kawan-kawan masa aksi adalah pengurangan ataupun penghapusan mengenai program MBG, KGMP, kemudian penanganan karhutla dengan cepat dan baik berikut juga dengan mitigasinya,” jelasnya.

“Kemudian juga mengenai pelayanan kesehatan, berikut juga anggarannya dan juga kesejahteraan untuk tenaga pendidikan dan juga tenaga kesehatan dan juga mengenai supremasi sipil dan lain-lainnya. Dan kami berkomitmen tadi dan juga sudah menandatangani fakta integritas tersebut untuk mengawal aspirasi adik-adik mahasiswa ini untuk diteruskan kepada DPR RI yang ada di Jakarta,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Imigrasi Seragamkan 254 Titik Layanan dengan Nama “Beranda Imigrasi”
Pulang Nonton Sound Horeg, Pria di Jember Tewas Tertemper Kereta Api
Warga Dusun Kasengan Kalisat Jember Keluhkan Air Bersih hingga Penurunan Hasil Panen Imbas Kekeringan
Pencari Burung Temukan Mayat Pria Membusuk di Kuburan Cina Kencong Jember
Pria Gangguan Pendengaran di Jember Tertabrak Kereta Logawa Saat Olahraga Pagi
Respons DPRD Jember soal Antrean BBM: Harusnya Pertamina Melakukan Mitigasi
Diduga Meninggal dan Sudah Digelar Selamatan, Nenek di Jember Pulang Usai 30 Tahun Hilang di Malaysia
Ketua Panitia Muscab IKA PMII Jember: Muscab Jadi Pondasi Awal Gerakan Alumni

Baca Lainnya

Friday, 30 October 2026 - 18:44 WIB

Soroti Isu Nasional hingga Daerah, Aliansi Mahasiswa di Jember Layangkan 18 Tuntutan

Wednesday, 28 October 2026 - 22:22 WIB

Imigrasi Seragamkan 254 Titik Layanan dengan Nama “Beranda Imigrasi”

Monday, 26 October 2026 - 16:44 WIB

Pulang Nonton Sound Horeg, Pria di Jember Tewas Tertemper Kereta Api

Wednesday, 21 October 2026 - 23:23 WIB

Warga Dusun Kasengan Kalisat Jember Keluhkan Air Bersih hingga Penurunan Hasil Panen Imbas Kekeringan

Saturday, 17 October 2026 - 16:06 WIB

Pencari Burung Temukan Mayat Pria Membusuk di Kuburan Cina Kencong Jember

TERBARU

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Republik Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, saat ditemui pimpinan dekanat, setelah menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung FTIK.(Foto: Sigit/Frensia).

Educatia

Mahasiswa FTIK UIN KHAS Demo Tuntut Perlindungan Mahasiswa PLP

Friday, 30 Oct 2026 - 15:22 WIB

Gambar Satreskim Polresta Banyuwangi Bongkar Bisnis Solar Subsidi Ilegal (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Satreskim Polresta Banyuwangi Bongkar Bisnis Solar Subsidi Ilegal

Thursday, 29 Oct 2026 - 21:40 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading