Frensia.Id- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sadar menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Jember menyampaikan 18 tuntutan krusial kepada pemerintah daerah. Aksi yang digelar pada Jumat mulai dari pukul 14:30 WIB hingga 17:30 WIB.
Aksi ini menyoroti berbagai persoalan mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Koordinator Aksi, Muhammad Dhiya’ul Haq, mengungkapkan bahwa 18 tuntutan tersebut merupakan hasil akumulasi keresahan yang dihimpun dari kalangan mahasiswa dan elemen masyarakat.
Menurutnya, tuntutan ini mencakup enam bidang utama yang dinilai mendesak untuk disuarakan.
“Karena kita membawa tuntutan 18 ya. Cukup banyak, karena kita melihat keresahan-keresahan yang sudah dihimpun oleh teman-teman mahasiswa, yang kemudian berkolaborasi dengan elemen masyarakat,” kata Muhammad Dhiya’ul Haq saat ditemui di lokasi setelah aksi, Jumat (30/10/2026).
Dhiya’ul menjelaskan, ke-18 tuntutan tersebut terbagi ke dalam bidang pendidikan, lingkungan, demokrasi dan HAM, politik berkebijakan, ekonomi, hingga kesehatan. Ia menilai, berbagai persoalan tersebut semakin terasa krusial di tengah evaluasi dua tahun kepemimpinan nasional serta kondisi riil di Kabupaten Jember.
“Melihat kondisi Indonesia dan 2 tahun kepemimpinannya Prabowo dan Gibran cukup signifikan terkait hal-hal yang harus kita suarakan,” ujarnya.
Selain itu, Dhiya’ul juga menyoroti berbagai persoalan lokal hingga isu nasional seperti ketimpangan sosial, masalah lingkungan, keracunan, hingga masuknya unsur militerisme ke dalam ranah sipil.
Meski tuntutan tersebut belum disampaikan secara langsung kepada pimpinan DPRD Jember, mahasiswa memastikan bahwa gerakan mereka tidak akan berhenti sampai di sini.
Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal proses lanjutan hingga penandatanganan kesepakatan yang dijadwalkan oleh pihak legislatif.
“Jadi aksi ini tidak tutup atau mungkin tidak berhenti di hari ini. Kita akan melaksanakan aksi-aksi selanjutnya, jilid-jilid aksi selanjutnya,” paparnya.
Pihaknya juga memberikan peringatan keras. Jika pihak DPRD Jember mangkir atau tidak menepati komitmen yang telah disepakati, massa memastikan akan kembali turun ke jalan dengan kekuatan yang lebih besar.
“Dan semisal tidak ditepati oleh Pemerintah Kabupaten Jember, cuman ada satu kata: kita lawan bersama-sama,” ungkapnya.
Di sisi lain, perwakilan DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho, menanggapi tuntutan dan dinamika aksi yang disampaikan oleh massa mahasiswa. Pihak legislatif menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi tersebut dan menjadwalkan penandatanganan pernyataan sikap sesuai dengan tuntutan yang diajukan.
“Kami sudah menandatangani fakta integritas yang di dalamnya ada 18 macam tuntutan. Misalnya salah satunya yang diinginkan dan ingin diteruskan oleh kawan-kawan masa aksi adalah pengurangan ataupun penghapusan mengenai program MBG, KGMP, kemudian penanganan karhutla dengan cepat dan baik berikut juga dengan mitigasinya,” jelasnya.
“Kemudian juga mengenai pelayanan kesehatan, berikut juga anggarannya dan juga kesejahteraan untuk tenaga pendidikan dan juga tenaga kesehatan dan juga mengenai supremasi sipil dan lain-lainnya. Dan kami berkomitmen tadi dan juga sudah menandatangani fakta integritas tersebut untuk mengawal aspirasi adik-adik mahasiswa ini untuk diteruskan kepada DPR RI yang ada di Jakarta,” tandasnya.






