Dua Peneliti STIE Yogyakarta Kupas Tuntas Strategi Toko Madura Yang Ditakuti Pesaingnya

Sunday, 28 April 2024 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Toko Madura (Sumber; Istimewa)

Ilustrasi Toko Madura (Sumber; Istimewa)

Frensia.id- Kupas tuntas strategi toko kelontong Madura, demikian tema besar penelitian yang dianggkat oleh dua peneliti asal STEI Yogyakarta, Andriyani Widyastuti dan Sielavit Anggelina Virga Ningtyassari. Temuannya menggambarkan bahwa toko Madura pantas ditakuti para pesaingnya.

Isu dilarangnya Toko Madura tampak memang berkaitan dengan kekhawatiran  minimarket besar seperti indomeret dan alfamaret yang khawatir tersaing. Pasalnya, dilihat dari jam buka dan kesediaan bahannya hampir senada.

Tampaknya, bukan hanya itu. Penelian Andriyani Astuti dan rekannya, menkonfirmasi dengan temuan riset yang baru diterbitkan di Aktiva: Jurnal Manajemen Bisnis pada 2024.

Keduanya diawal risetnya, menjelaskan bahwa Toko kelontong Madura, yang dikelola oleh orang-orang Madura, memiliki karakteristik yang unik dan mencirikan budaya serta kebiasaan dari daerah tersebut.

Salah satu ciri khasnya adalah keberadaannya yang selalu buka 24 jam, memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk berbelanja kapan saja, bahkan di tengah malam sekalipun.

Baca Juga :  BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi

Selain itu, toko kelontong Madura sering kali berlokasi dekat dengan pom bensin mini, menambah kenyamanan bagi pelanggan yang ingin mengisi bahan bakar sambil berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Riset mereka mengambil lokasi di Yogyakarta. Di daerah ini, pedagang kelontong Madura membentuk sebuah paguyuban bernama Paguyuban Pedagang Kelontong Madura Daerah Istimewa Yogyakarta (PPKM DIY).

Kedua akademisi menyoroti pentingnya strategi yang diadopsi oleh toko kelontong Madura dalam menghadapi tantangan bisnis. Mereka menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi dengan pendekatan SWOT.

Hasil temuan keduanya menunjukkan bahwa toko Madura memiliki potensi besar untuk memanfaatkan kekuatan internal dan peluang eksternal guna mengatasi tantangan yang dihadapi.

Perhitungan bobot faktor kekuatan (strength) yaitu dengan score 2,386364, kemudian bobot faktor kelemahan (weakness) dengan score 1,340909. kemudian bobot faktor peluang (opportunities) dengan score 2,28 dan bobot faktor ancaman (threats) dengan score 1,44 yang menunjukan posisi kuadran I“, catatnya dalam riset yang terbit pada bulan Januari 2024 ini.

Baca Juga :  Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah

Hasil analisis demikian menempatkan toko kelontong Madura di kuadran I. Artinya, menunjukkan keunggulan yang signifikan dalam strategi agresif/progresif. Tentu, situasi demikian sangat menguntungkan dan Istimewa.

Berdasarkan hasil analisisnya, kedua peneliti memberkan rekomendasi strategi alternatif guna mempertahankan keunggulannya. Tentu dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada, dan menghindari ancaman dari faktor internal dan eksternalnya.

Adapun strategi yang diusulkan untuk bertahan dalam persaingan bisnis adalah memaksimalkan layanan 24 jam dan memanfaatkan lokasi strategis untuk menarik pangsa pasar potensial. Sekaligus juga berupaya meningkatkan aktivitas penjualan secara keseluruhan.

Dengan strategi yang disarankan, toko kelontong Madura dapat memperkuat posisinya di pasar. Sekaligus juga akan mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan
Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih
BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi
Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah
Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik
Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah
Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan
Gas Elpiji 3 Kg di Jember Langka-Mahal, Pertamina Gelar Operasi Pasar

Baca Lainnya

Saturday, 27 June 2026 - 16:44 WIB

Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan

Thursday, 4 June 2026 - 10:36 WIB

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Monday, 25 May 2026 - 14:00 WIB

BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi

Friday, 22 May 2026 - 19:32 WIB

Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah

Friday, 22 May 2026 - 18:34 WIB

Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik

TERBARU

Gambar Sempat Menang Sebelum Messi Menggila, Mesir Akhirnya Dipulangkan (Sumber: Grafis Frensia)

Sportia

Sempat Menang Sebelum Messi Menggila, Mesir Akhirnya Dipulangkan

Wednesday, 8 Jul 2026 - 01:58 WIB

Tim Resmob Polres Jember saat mengamankan pelaku pencurian di Kecamatan Semboro (Foto: Tangkapan layar media sosial Instagram @Kabarjemberan).

Criminalia

Viral Pria Asal Lumajang Hendak Curi Motor Diringkus Polisi Jember

Tuesday, 7 Jul 2026 - 20:30 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading