Di Jember, Pernah Ada Hasil Bahtsul Masail Yang Menolak Tambang

Friday, 7 June 2024 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Di Jember, Pernah Ada Hasil Bahtsul Masail Yang Menolak Tambang(Canva)

Gambar Di Jember, Pernah Ada Hasil Bahtsul Masail Yang Menolak Tambang(Canva)

Frensia.id– Kebijakan konsesi tambang untuk PBNU, masih ramai dan tetap hangat dibicarakan. Pasalnya, sejumlah aktifis bahkan peneliti pernah mengungkap bahwa sebenarnya organ-oragan NU pernah ada yang menolak tegas tambang. Salah satu hasil keputusan bahtsul masail ulama’ di kecamatan Silo Kabupaten Jember.

Sebagaimana telah diketahui luas dan dilaporkan oleh banyak media, Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang baru bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan untuk mendapatkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Salah satu contoh konkret dari implementasi peraturan ini adalah rencana ambisius yang diungkapkan oleh Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia.

Dengan diberlakukannya peraturan ini, PBNU kini memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam sektor pertambangan, sebuah sektor yang selama ini didominasi oleh perusahaan-perusahaan besar.

Kebijakan ini sebenarnya diharapkan dapat memberikan dampak positif, namun tampalnya masih ada penolakan yang muncul baik dari internal maupun eksternal NU. Hal ini tentunya lumrah, sebab memang sebelumnya bamyak tokoh NU yang menolak tambang.

Baca Juga :  Komisi A DPRD Jember Gelar Hearing Terkait Dugaan Indisipliner ASN

Bukan hanya ketua Umum sebelumnya, KH Aqil Siradj, beberapa hasil musyawah di dearah juga demikian. Ada hasil yang memutuskan untuk menolak pertambangan.

Sebagaimana yang diungkap dalam penelitian Muhammad Ramadhan. Hasil diterbitkan dalam Jurnal Analitica Islamica pada tahun 2019.

Ramadhan menjelaskan bahwa warga NU diharapkan selalu siap dalam menanggapi masalah-masalah yang muncul di masyarakat, sesuai dengan peran mereka di tengah masyarakat.

Dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut, mereka kadang memberikan jawaban secara individu dan kadang melalui diskusi bersama, yang dikenal sebagai bahtsul masail.

Forum bahtsul masail selalu diperbarui dalam menanggapi masalah-masalah agama yang terjadi di masyarakat. Di NU Jember, salah satu permasalahan yang sedang memanas saat ini adalah keputusan Kementerian ESDM nomor 1802 K/30/MEM/2018 mengenai Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus periode 2018.

Dalam kebijakan tersebut, mencakup wilayah izin usaha pertambangan khusus Blok Silo di Kabupaten Jember untuk mineral jenis emas.

Baca Juga :  Anggota DPRD Jember David Soroti Kasus Ibu Curi Beras di Kaliwates: Ini Tragedi Kemanusiaan

Dijelaskan bahwa setelah mendengarkan aspirasi warga Pace Kecamatan Silo terkait masalah pertambangan di Silo, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember menyelenggarakan bahtsul masail istimewa pada di Ruang Auditorium Universitas Islam Jember.

Akhirnya, dihasilkan pernyataan bahwa PCNU cabang Jember mengeluarkan pernyataan resmi menolak blok tambang emas di Kecamatan Silo pada Senin, 7 Januari 2019.

Pernyataan resmi ini ditandatangani oleh Ketua Tanfidz KH Abdullah Syamsul Arifin, Rois Aam KH Muhyiddin Abdushhomad, Katib Aam MN Harissuddin, dan Sekretaris Tanfidz Pujiono. Ada lima butir sikap PCNU Jember.

Dengan demikian, PCNU Jember mendukung tokoh dan warga NU Silo untuk menolak blok tambang Silo.

Keputusan ini didasarkan pada hasil bahtsul masail tanggal 14 November 2018. Acara tersebut disebut-sebut juga mempertimbangkan penolakan warga dan tokoh masyarakat Silo serta pendapat pakar tentang potensi bencana akibat penambangan emas.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pada Savic Ali, Ketua PC Fatayat NU Jember Nyatakan Siap Turun Jalan
Selenggarakan Taswirul Afkar! Ketua Ansor Jember Dorong Pemuda NU Berpihak Pada Sipil
DPRD Jember Buka Suara soal Kasus Ibu Curi Beras di Kaliwates Ternyata Tak Punya KTP
Anggota DPRD Jember David Soroti Kasus Ibu Curi Beras di Kaliwates: Ini Tragedi Kemanusiaan
Kemen PPPA Tegaskan Terus Lakukan Advokasi: Perempuan Tetap Menstruasi Meski dalam Kondisi Darurat
Gus Fawait Sosialisasikan Program Pemkab Jember melalui Bunga Desaku di Kecamatan Jelbuk
Komisi D DPRD Jember Soroti Kasus Kekerasan Seksual, Kampus Diminta Evaluasi Pengawasan Mahasiswa
Datang ke Jember, Menteri KP Minta Proyek KNMP Tuntas Akhir November

Baca Lainnya

Wednesday, 4 November 2026 - 23:06 WIB

Pada Savic Ali, Ketua PC Fatayat NU Jember Nyatakan Siap Turun Jalan

Wednesday, 4 November 2026 - 21:09 WIB

Selenggarakan Taswirul Afkar! Ketua Ansor Jember Dorong Pemuda NU Berpihak Pada Sipil

Wednesday, 4 November 2026 - 19:55 WIB

DPRD Jember Buka Suara soal Kasus Ibu Curi Beras di Kaliwates Ternyata Tak Punya KTP

Wednesday, 4 November 2026 - 14:27 WIB

Anggota DPRD Jember David Soroti Kasus Ibu Curi Beras di Kaliwates: Ini Tragedi Kemanusiaan

Sunday, 1 November 2026 - 22:37 WIB

Kemen PPPA Tegaskan Terus Lakukan Advokasi: Perempuan Tetap Menstruasi Meski dalam Kondisi Darurat

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading