Angka Perceraian di Jember Tembus 2.211 Perkara, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Thursday, 18 June 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana para klien dari penggugat dan tergugat yang sedang antre menunggu panggilan sidang di Pengadilan Agama Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Suasana para klien dari penggugat dan tergugat yang sedang antre menunggu panggilan sidang di Pengadilan Agama Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Jember telah mencatat sebanyak 2.211 perkara perceraian yang masuk sepanjang bulan Januari hingga akhir Mei 2026. Mayoritas perkara merupakan gugatan cerai dari perempuan karena dipicu faktor ekonomi keluarga.

Adapun untuk perkara cerai gugat yang sudah diputus oleh majelis hakim sebanyak 1.779.

Sedangkan untuk cerai talak yang di mana diajukan oleh pihak suami sebanyak 659 perkara yang diterima oleh PA Jember.

Sementara yang telah diputus oleh majelis hakim berjumlah 503 perkara cerai talak.

Humas Pengadilan Agama Jember, Anwar, mengatakan bahwa angka peceraian dalam 5 bulan ini tergolong tinggi dalam kurun waktu setengah tahun.

Menurutnya, meningkatnya angka perceraian disebabkan pihak suami bekerja serabutan dalam memberikan nafkah pada istri.

Baca Juga :  Siswa SMP Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai Bedadung Jember

“Rata-rata itu 99 persen lah ya. Itu rata-rata ekonomi nafkah. Karena pihak suami itu tidak punya pekerjaan tetap, ” kata Anwar, saat ditemui di PA Jember, pada Rabu (17/6/2026).

Kata Anwar, pemicu cerai berawal dari nafkah keseharian terutama untuk pembelian kuota paket internet telepon sang istri.

“Sekarang rata-rata suami istri itu walaupun pendidikannya itu rendah, HP mesti punya. Nah, HP itu butuh Kuota. Lah untuk menghidupi kebutuhan pokok tiap hari aja sudah ngos-ngosan,” tuturnya.

Menurut Anwar, gugatan cerai juga disebabkan perselingkuhan dari salah satu Pasangan Suami Istri (Pasutri) saat berkomunikasi online.

“Di situlah paling tidak itu ada rasa cemburu. Bahkan lebih ekstrim lagi nanti meningkat ke hubungan yang spesial. Orang menyebutnya dengan selingkuh, entah selingkuh hati atau selingkuh sudah melalui fisiknya,” kata Anwar.

Baca Juga :  PMII Jember Sebut Pembangunan Batalyon Teritorial di Silo Minim Partisipasi Masyarakat

Dia juga menyebut bahwa gugatan cerai juga dipicu adanya Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Entah kekerasan bentuk verbal, lisan saja atau mungkin dengan cara fisik,” ujarnya.

Menurut Anwar, pihak yang banyak mengajukan cerai gugat didominasi oleh kalangan usia yang masih muda.

“Kepala dua (umur 20-29 tahun) ya, karena dia secara kejiwaan juga belum mapan. Apalagi secara ekonomi juga belum mapan,” tegasnya.

Untuk sebaran wilayah di Kabupaten Jember dalam kasus perceraian, kata dia, pihaknya tidak mencatat data wilayah mana yang sering mengajukan cerai di pengadilan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pengendara Honda CB Tabrak Motor Beat di Kaliwates Jember, 1 Orang Alami Luka Ringan
Upgrading Bertema Analisis Sosial, Satkoryon Banser Umbulsari menghadirkan Instruktur Wilayah PD-PKPNU
Anak SD Hilang di Jember Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Sawah
Bank Jatim Kalisat Beroperasi Lagi, Hadirkan Aplikasi JConnect Versi Terbaru
Tragis! Pemburu Burung di Jember Tewas Tertembak Senapan Sendiri
Ansor dan Lesbumi Kencong Lestarikan Budaya Indonesia melalui Ngaji Mocopat dan Manuskrip Pesantren
Harapan Susmiadi untuk Perupa Jember usai Karyanya Dipamerkan pada Muharram Art Fest
PC GP Ansor Kencong Gelar Muharram Art Fest untuk Bangkitkan Eksistensi Perupa Jember

Baca Lainnya

Thursday, 30 July 2026 - 17:25 WIB

Pengendara Honda CB Tabrak Motor Beat di Kaliwates Jember, 1 Orang Alami Luka Ringan

Wednesday, 29 July 2026 - 12:04 WIB

Upgrading Bertema Analisis Sosial, Satkoryon Banser Umbulsari menghadirkan Instruktur Wilayah PD-PKPNU

Tuesday, 28 July 2026 - 13:56 WIB

Anak SD Hilang di Jember Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Sawah

Monday, 27 July 2026 - 18:44 WIB

Bank Jatim Kalisat Beroperasi Lagi, Hadirkan Aplikasi JConnect Versi Terbaru

Thursday, 23 July 2026 - 20:35 WIB

Tragis! Pemburu Burung di Jember Tewas Tertembak Senapan Sendiri

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading