Artis-Aktivis Tolak Konsesi Tambang PBNU, Ada Yang Sebut Gaya Pidato Bahlil Persis Preman Pasar

Friday, 7 June 2024 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Artis-Aktivis Tolak Konsesi Tambang PBNU, Ada Yang Sebut Gaya Pidato Bahlil Persis Preman Pasar (Sumber: Canva)

Gambar Artis-Aktivis Tolak Konsesi Tambang PBNU, Ada Yang Sebut Gaya Pidato Bahlil Persis Preman Pasar (Sumber: Canva)

Frensia.idArtis hingga aktivis tampak menolak Konsesi tambang untuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Kebijakan direncanakan akan diteken oleh Bahlil, terus mengundang polemik. Sejumlah tokoh Bahkan ada yang mencerca Pidato Bahlil persis preman.

Sebagaimana diketahui bersama dan ramai di banyak media, Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024, yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), membuka peluang baru bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan dengan memberikan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Salah satu implementasi nyata dari peraturan ini adalah rencana ambisius yang diungkapkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia.

Bahlil mengumumkan rencananya untuk memberikan konsesi tambang batu bara kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Konsesi ini tidak tanggung-tanggung, mencakup kawasan yang cukup luas dan strategis. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberdayakan ormas keagamaan, tidak hanya dalam bidang sosial dan pendidikan, tetapi juga dalam sektor ekonomi dan industri.

Niat tersebut dibicarakan di banyak kesempatan. Salah satunya adalah saat memberikan kuliah umum di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama’. Rekaman pidatonya live di Kanal Resmi Menteri Investasi RI 30/05/2024.  

Baca Juga :  Tinjau Antrean BBM di SPBU, Bupati Jember Minta Pertamina Buka Rute Cadangan

Potong dari video ini yang kemudian diposting ulang beberapa tokoh dari kalangan artis hingga aktivis. Salah satu potongan video yang banyak dibicarakan adalah perkataan Bahlil tentang konsesi tambang untuk PBNU.

“Setuju atau tidak NU kita kasik konsesi tambang? Setujukah tidak? Kalau ada yang tidak setuju, kalian mau apain dia?” Ujar Bahlil dengan lantang dalam pidatonya.

Salah satu tokoh yang berasal dari kalangan artis dan mencercanya adalah Fedi Nuril. Aktor tenar pemeran film Surga Yang Tak Dirindukan ini tampak secara terbuka tidak sepakat pada konsesi tambang untuk PBNU dan pidato Bahlil. Bahkan dalam postingannya, ia menandai @jokowi.

“Kepada Pak @jokowi Saya tidak setuju PBNU dikasih konsesi tambang karena saya tidak suka dengan ancaman yang diucapkan oleh menteri Bapak. Memangnya saya mau diapain kalau tidak setuju, Pak @bahlillahadalia ?”, tulisannya sekaligus memosting potongan video pidato Bahlil melalui akun @realfedinuril 04/06/2024.

Sontak, banyak wargatnet dan tokoh mengomentari postingan tersebut. Salah satunya, akun bernama @MariaAlcaff.

“Saya juga tidak setuju PBNU dikasih konsesi tambang, karena saya gak setuju cara @bahlillahadalia sok2an bagi2 konsesi kayak negara milik kowe aja! Dipungut jadi menteri doang lagaknya kayak paling kuasa. Dilepeh rezim, balik ke utan luh!”, catatnya 04/06/2024.

Baca Juga :  Ngantor di Desa Lagi, Bupati Fawait Turun Langsung Tinjau Pelaksanaan Layanan Homecare

Komentar lain yang menarik, datang dari aktivis muda NU yang sekaligus kader Indonesian Green Party, Roy Murtadha. Dalam banyak postingannya, terlihat ia juga tidak menyepakati PBNU menerima konsesi tambang.

Ada banyak postingan di beranda media Xnya, @MurtadhoRoy, yang memperlihatkan ia tampak kurang bersepakat pada kebijakan konsesi tambang untuk PBNU. Salah satunya, ia pernah mengusulkan nama perusahaan yang akan dikonsesikan,

“Kiai, kami usul nama perusahaannya: Perusahaan Batubara NU [disingkat: PBNU]”, catatnya sambil memosting berita dari salah satu media tentang ucapan terima kasih PBNU pada Jokowi 06/06/2024.

Bahkan ia juga mengomentari gaya pidato Bahlil yang tampak tegas itu.

“Gaya omong Bahlil sdh kayak preman pasar: “setujukah tidak, NU kita kasih konsesi tambang?… kalau ada yg tdk setuju mau kalian apain dia!?” Gertak dia. @PBNU_164 tengah diuji komitmennya dlm menjaga lingkungan”, tudingnya 02/06/2024.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN
Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026
Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029
Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025
Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya
Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja
Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu
Bupati Jember Bagikan Makanan ke Warga saat Tinjau Antrean BBM di SPBU

Baca Lainnya

Wednesday, 16 September 2026 - 19:26 WIB

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN

Monday, 14 September 2026 - 20:58 WIB

Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

Monday, 14 September 2026 - 20:51 WIB

Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029

Monday, 14 September 2026 - 20:26 WIB

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025

Monday, 14 September 2026 - 19:53 WIB

Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya

TERBARU

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Humas UIN KHAS).

Educatia

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 Sep 2026 - 14:41 WIB

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achamd Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Foto Pribadi).

Educatia

Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Friday, 18 Sep 2026 - 14:35 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading