Ekonom Amerika Pernah Teliti Korupsi Kepala Daerah di Indonesia, Faktornya Suap Lebih Tinggi dari Gaji

Thursday, 10 July 2025 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ekonom Amerika Pernah Teliti Korupsi Kepala Daerah di Indonesia, Faktornya Suap Lebih Tinggi dari Gaji(sumber: Istimewa)

Gambar Ekonom Amerika Pernah Teliti Korupsi Kepala Daerah di Indonesia, Faktornya Suap Lebih Tinggi dari Gaji(sumber: Istimewa)

Frensia.id- Seorang ekonom asal Amerika, J. Vernon Henderson, pernah meneliti praktik korupsi kepala daerah di Indonesia dan menemukan bahwa rendahnya gaji pejabat publik menjadi salah satu faktor pendorong maraknya suap.

Bersama bankir asal Indonesia, Ari Kuncoro, penelitian ini kemudian diterbitkan dalam jurnal bergengsi National Bureau of Economic Research pada tahun 2004.

Dalam penelitian tersebut, Henderson dan Kuncoro menggarisbawahi bahwa suap yang diberikan perusahaan kepada pejabat daerah bukan sekadar akibat lemahnya pengawasan, melainkan muncul dari sistem regulasi yang memberatkan.

Perizinan dan retribusi yang dibuat oleh pemerintah daerah seringkali menjadi pintu masuk praktik suap. Menurut mereka, regulasi tersebut tidak hanya menghasilkan pendapatan langsung (seperti biaya resmi), tetapi juga membuka peluang untuk pendapatan tidak langsung berupa suap.

Baca Juga :  BRI Cabang Jember Sapa Nabasah saat Rayakan Hari Pelanggan Nasional

Yang menarik, nilai suap yang diterima kerap dianggap sebagai “tambahan gaji” oleh para pejabat. Dengan kata lain, daerah tidak perlu memberikan gaji yang tinggi karena pejabat publik bisa “mengisi kekurangannya” melalui praktik korupsi.

Di sisi lain, keterbatasan dana yang dimiliki pemerintah daerah, baik dari pajak lokal maupun transfer pusat, membuat sulit bagi mereka untuk memberikan kompensasi yang layak kepada aparatur pemerintah.

Penelitian ini juga menjelaskan bahwa daerah-daerah yang memiliki pendanaan lebih baik, terutama dari pusat atau dari pajak yang memadai, cenderung memiliki regulasi yang lebih ringan dan tingkat korupsi yang lebih rendah.

Pasalnya, mereka tidak terlalu bergantung pada pungutan yang berpotensi menimbulkan suap.

Henderson dan Kuncoro juga menyoroti persaingan antarwilayah dalam menarik investasi sebagai faktor pembatas korupsi. Semakin tinggi persaingan antar daerah, semakin kecil ruang bagi pejabat untuk memberlakukan regulasi yang memberatkan, karena perusahaan bisa memilih untuk pindah ke daerah lain yang lebih “ramah” secara birokrasi.

Baca Juga :  Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000

Temuan ini sangat relevan dalam konteks Indonesia saat ini, yang masih berjuang melawan korupsi di tengah proses desentralisasi dan demokratisasi lokal.

Meskipun reformasi telah berlangsung selama lebih dari dua dekade, banyak daerah masih menghadapi persoalan klasik: gaji rendah, regulasi rumit, dan pejabat yang mencari “tambahan penghasilan” lewat cara-cara tidak sah.

Penelitian Henderson menjadi pengingat bahwa memberantas korupsi tidak cukup hanya dengan pengawasan atau penegakan hukum, tetapi juga melalui reformasi struktural, termasuk peningkatan gaji dan transparansi dalam penyusunan regulasi daerah.

Penulis : Mashur Imam

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Sidak Pasar Tanjung-Ritel Modern, Satgas Pangan Jember Pastikan Harga Beras Tak Lampaui HET
Kepala OJK Jember Minta Korban Penipuan Segera Lapor ke IASC Kurang Dari 24 Jam
Jember Jadi Kabupaten dengan Permintaan SLIK OJK Terbanyak hingga Agustus 2026
Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah
Keluhan Pedagang Pasar Tanjung Jember soal Pembiaran Penataan Lapak Dagang
BRI Cabang Jember Sapa Nabasah saat Rayakan Hari Pelanggan Nasional
Bitcoin Melonjak Hingga 4,76 %, Apa Sebabnya?
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Baca Lainnya

Monday, 28 September 2026 - 13:03 WIB

Sidak Pasar Tanjung-Ritel Modern, Satgas Pangan Jember Pastikan Harga Beras Tak Lampaui HET

Wednesday, 23 September 2026 - 19:32 WIB

Kepala OJK Jember Minta Korban Penipuan Segera Lapor ke IASC Kurang Dari 24 Jam

Wednesday, 23 September 2026 - 15:10 WIB

Jember Jadi Kabupaten dengan Permintaan SLIK OJK Terbanyak hingga Agustus 2026

Thursday, 17 September 2026 - 12:01 WIB

Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah

Wednesday, 16 September 2026 - 19:15 WIB

Keluhan Pedagang Pasar Tanjung Jember soal Pembiaran Penataan Lapak Dagang

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading