Inventarisir Masalah Daerah, PKB Jember Serap Aspirasi dengan Tokoh Masyarakat

Thursday, 9 October 2025 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana saat dialog dan penyerapan aspirasi publik (Sumber foto: Sigit)

Suasana saat dialog dan penyerapan aspirasi publik (Sumber foto: Sigit)

Frensia.Id– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Jember menggelar kegiatan serap aspirasi pada Kamis (9/10) di Gedung DPRD Jember. Acara ini melibatkan berbagai tokoh masyarakat, akademisi, dan organisasi kepemudaan untuk menghimpun masukan serta kritik konstruktif terhadap kinerja Fraksi PKB.

Agenda ini krusial, terutama menjelang pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi, menegaskan bahwa kegiatan ini penting untuk memperkuat fungsi pengawasan dan perumusan kebijakan Fraksi. Ia menyoroti bahwa pembangunan Jember selama ini terlalu bergantung pada dana transfer pemerintah pusat, sementara potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum optimal digali.

Kondisi ini diperparah dengan adanya pemangkasan dana transfer pusat untuk Jember yang mencapai sekitar Rp270 miliar.

“Selama ini yang sering disorot hanya soal belanja, bukan pendapatan. Padahal kita harus lebih kreatif mencari sumber-sumber PAD yang belum optimal,” katanya, Kamis (9/10/2025).

Desak Optimalisasi Pajak Parkir dan Pariwisata

Ayub Junaidi memberikan contoh konkret potensi daerah yang belum tergarap maksimal, salah satunya adalah sektor pajak parkir. Ia menyebutkan potensi pendapatan dari pajak parkir di Jember bisa mencapai Rp20 miliar, namun realisasi yang tercapai saat ini hanya sekitar Rp2 miliar.

“Dulu ada sistem parkir berlangganan yang terbukti efektif meningkatkan PAD. Kalau bisa diterapkan lagi, tentu akan membantu daerah,” ujarnya.

Selain parkir, PKB juga menyoroti potensi besar kawasan Gunung Sadeng Puger yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi. Ayub mendorong agar aset-aset daerah ini dikelola secara profesional, bahkan mengusulkan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengelola dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kawal Transparansi Raperda Pariwisata

Terkait rencana pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pariwisata Jember, Ayub menekankan bahwa pengembangan sektor ini harus diiringi dengan pengelolaan yang transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat lokal.

“Kita dengar eksekutif sedang membahas usulan Raperda Pariwisata. Nanti saat masuk ke DPRD, kami sudah punya masukan dari berbagai pihak. Potensi wisata di perkebunan, kelautan, dan alam harus ditata dengan baik,” jelasnya.

Ayub juga menegaskan perlunya evaluasi tegas terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab di sektor pendapatan.

“Kalau OPD yang bertanggung jawab di sisi pendapatan tidak bisa bekerja dengan baik, Bupati harus berani mengevaluasi,” paparnya.

Soroti Program Makan Bergizi Bersubsidi

Di luar isu ekonomi daerah, PKB Jember turut menyoroti program Makan Bergizi Bersubsidi Daerah (MBB) yang digagas oleh Presiden terpilih. Ayub menilai program ini sangat bagus untuk meningkatkan gizi anak-anak, namun pelaksanaannya harus diawasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kalau ada masalah di lapangan, ayo kita perbaiki bersama,” tandasnya.

PKB Jember berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, memastikan proses legislasi dan pengawasan di DPRD berjalan lebih transparan dan responsif.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Jember Widarto Soroti Alokasi Anggaran MBG dan KDMP saat Temui Massa Demo
Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Gus Fawait Sosialisasikan Program Homecare saat Bunga Desaku di Tanggul
Gus Fawait Beri BPJS Kesehatan dan Beasiswa Jalur Khusus bagi Anak Kader Posyandu dan Ketua RT/RW
Pavingisasi di Jember Gunakan Material Beralamat SNI Dibekukan, DPRD Jatim Minta Proyek Diberhentikan
Petani di Songgon Ditemukan Meninggal di Gubuk Kandang Sapi
Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Muncar Nyaris Diamuk Massa
Rawat Sejarah! DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Refleksi 30 Tahun Kudatuli
Pemkab Jember Kukuhkan Pengurus Kormi, Gus Fawait: Kalau Buat Event Harus Multiplier Effect
BPBD Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Puting Beliung di Purwoharjo

Baca Lainnya

Tuesday, 28 July 2026 - 23:25 WIB

Gus Fawait Sosialisasikan Program Homecare saat Bunga Desaku di Tanggul

Tuesday, 28 July 2026 - 22:02 WIB

Gus Fawait Beri BPJS Kesehatan dan Beasiswa Jalur Khusus bagi Anak Kader Posyandu dan Ketua RT/RW

Tuesday, 28 July 2026 - 21:50 WIB

Pavingisasi di Jember Gunakan Material Beralamat SNI Dibekukan, DPRD Jatim Minta Proyek Diberhentikan

Tuesday, 28 July 2026 - 17:07 WIB

Petani di Songgon Ditemukan Meninggal di Gubuk Kandang Sapi

Tuesday, 28 July 2026 - 10:38 WIB

Rawat Sejarah! DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Refleksi 30 Tahun Kudatuli

TERBARU

Gambar Petani di Songgon Ditemukan Meninggal di Gubuk Kandang Sapi (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Petani di Songgon Ditemukan Meninggal di Gubuk Kandang Sapi

Tuesday, 28 Jul 2026 - 17:07 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading