Kabar Tentang Koruptor Pajak, Ternyata Tak Mempengaruhi Kepatuhan Masyarakat Bayar Pajak

Jumat, 15 November 2024 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Kabar Tentang Koruptor Pajak, Ternyata Tak Mempengaruhi Kepatuhan Masyarakat Bayar Pajak (Grafis bya Canva)

Gambar Kabar Tentang Koruptor Pajak, Ternyata Tak Mempengaruhi Kepatuhan Masyarakat Bayar Pajak (Grafis bya Canva)

Frensia.id- Kabar kasus korupsi yang melibatkan pejabat pajak kerap mengemuka dan memicu pandangan awalnya dianggap memliki dampak negatif terhadap fiskus. Para wajib pajak tetap menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi dalam menjalankan kewajiban mereka.

Hal ini didukung oleh hasil kajian Maria Varani W. Gening bersama rekan-rekannya dari Malang yang dirilis pada 2024. Studi tersebut menyoroti bahwa meski banyak wajib pajak merasa resah terhadap kemungkinan penyalahgunaan dana publik, persepsi ini tidak serta-merta berpengaruh signifikan terhadap ketaatan mereka membayar pajak.

Wajib pajak tetap memegang teguh persepsi bahwa membayar pajak adalah kewajiban yang perlu dipenuhi. Meskipun ada kekhawatiran mengenai korupsi. Banyak dari mereka yang memahami bahwa pajak merupakan sumber utama pendapatan negara yang mendanai berbagai program publik, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga layanan kesehatan, pendidikan, dan keamanan.

Kesadaran ini menunjukkan bahwa pajak tidak hanya soal kewajiban individu, tetapi juga bagian dari kontribusi sosial yang berdampak luas. Di tengah ketidakpercayaan terhadap beberapa aspek sistem, kepatuhan membayar pajak tetap dipegang erat sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan negara.

Baca Juga :  Tepati Janji, Gus Fawait Turun Langsung Ke Pasar Tanjung Jember

Tidak dapat diabaikan bahwa kasus korupsi memunculkan rasa ketidakadilan. Namun, masyarakat tampaknya berfokus pada tujuan jangka panjang dari penggunaan pajak, yakni membangun negara yang lebih baik dan memberikan manfaat kepada banyak orang.

Dengan begitu, mereka tetap patuh dalam membayar pajak meskipun ada ketidakpastian yang disebabkan oleh skandal tertentu.

Faktor lain yang turut memengaruhi kepatuhan wajib pajak adalah kualitas pelayanan dari pihak fiskus. Pelayanan yang baik, mulai dari kemudahan pelaporan hingga fiskus yang ramah, cepat tanggap, serta cakap dalam menyelesaikan permasalahan, sangat berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan.

Sistem pembayaran yang sederhana, fasilitas yang nyaman dan memadai, serta pelayanan yang penuh integritas, akuntabilitas, dan transparansi membuat para wajib pajak merasa dihargai dan puas.

Baca Juga :  LPG Sempat Langka, Bahlil: Bentuk Cinta Kepada Rakyat

Sebagai contoh, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ruteng telah menjadi bukti nyata bagaimana pelayanan yang optimal dapat meningkatkan tingkat kepatuhan. Fiskus yang memberikan perhatian penuh pada kebutuhan wajib pajak, baik dari segi kemudahan akses maupun kecepatan layanan, dapat menumbuhkan kepercayaan publik. Kepercayaan inilah yang memperkuat tekad wajib pajak untuk terus menjalankan kewajiban mereka, meski bayang-bayang korupsi kerap mencuat di ranah publik.

Dengan demikian, menjaga kualitas pelayanan dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan merupakan kunci penting untuk terus meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Menjaga integritas fiskus dan memberikan pelayanan yang transparan serta berorientasi pada kepuasan wajib pajak dapat menjadi solusi efektif untuk meredam dampak negatif kasus-kasus korupsi terhadap persepsi publik.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

KH Said Aqil Sirajd Tak Sehebat Gus Dur, Kalah Hadapi Cawe-cawe Jokowi di NU
Balad Grup Jalin Kerja Sama Perikanan Budidaya dengan Tiga Negara, Buka 500 Ribu Lapangan Kerja
Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Dorong Pelaku Usaha untuk Salurkan CSR, DPRD Jatim: CSR Bisa Jadi Solusi Pengentas Kemiskinan
Tingkatkan Ketahanan Pangan, DPRD Jatim Berikan Bantuan Beras Kepada Masyarakat Kurang Mampu
Komik Keren! Diteliti dan Urai Keburukan Militerisme di Indonesia
Jurnalis Tempo Diteror, Dikirimi Paket Kepala Babi
Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 
Tag :

Baca Lainnya

Kamis, 3 April 2025 - 01:07 WIB

KH Said Aqil Sirajd Tak Sehebat Gus Dur, Kalah Hadapi Cawe-cawe Jokowi di NU

Jumat, 28 Maret 2025 - 12:22 WIB

Balad Grup Jalin Kerja Sama Perikanan Budidaya dengan Tiga Negara, Buka 500 Ribu Lapangan Kerja

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Kamis, 27 Maret 2025 - 13:22 WIB

Dorong Pelaku Usaha untuk Salurkan CSR, DPRD Jatim: CSR Bisa Jadi Solusi Pengentas Kemiskinan

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:59 WIB

Tingkatkan Ketahanan Pangan, DPRD Jatim Berikan Bantuan Beras Kepada Masyarakat Kurang Mampu

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB