Konflik Tambang di Jember, Salah Satunya PT IMASCO, Disebut Akademisi Luar Negeri Lahirkan Konflik Internal NU

Sunday, 12 January 2025 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Konflik Tambang di Jember, Salah Satunya PT IMASCO, Disebut Akademisi Luar Negeri Lahirkan Konflik Internal NU (Sumber: Grafis Frensia)

Gambar Konflik Tambang di Jember, Salah Satunya PT IMASCO, Disebut Akademisi Luar Negeri Lahirkan Konflik Internal NU (Sumber: Grafis Frensia)

Frensia.id – Konflik tambang di Jember memiliki sejarah panjang yang turut menyorot dinamika organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Salah satu akademisi internasional, Husnul Khitam, dari The University of Tennessee, Knoxville, dalam tesisnya yang dirilis pada Agustus 2024, mengungkap keterkaitan konflik tambang dengan perpecahan internal NU.

Husnul Khitam, seorang Master of Art, menyoroti bahwa konflik tambang, termasuk yang melibatkan PT IMASCO Semen Asiatic di Kecamatan Puger, menjadi salah satu penyebab timbulnya ketegangan di tubuh NU.

Penelitiannya mengupas dimensi keagamaan yang berperan dalam advokasi keadilan lingkungan, tema yang jarang dibahas secara mendalam meskipun memiliki dampak besar bagi masyarakat terdampak.

Dalam tesisnya, Husnul menggambarkan bagaimana komite perdamaian aktif mendukung perjuangan masyarakat Desa Berem dan Sumberejo sejak September 2017. Konflik memuncak akibat perampasan tanah yang dilakukan oleh PT Pelaut Kartika Tambak dan PT Pelaut Sumber Rejeki.

Panitia juga mendukung gerakan perlawanan terhadap penambangan emas di Desa Pace, Kecamatan Silo, yang akhirnya berhasil menghentikan izin tambang pada 2019 berkat tekanan masyarakat dan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Bupati Jember Gus Fawait Resmikan Jembatan Gantung Lembung Lanjheng di Sukowiryo-Jelbuk

Perjuangan serupa berlangsung di Kecamatan Puger, di mana masyarakat bersitegang dengan PT IMASCO terkait saluran irigasi untuk petani. Husnul mencatat bahwa konflik ini memperlihatkan bagaimana agama dapat menjadi kekuatan ganda—baik sebagai pembenaran ketidakadilan maupun sebagai alat perlawanan terhadapnya.

Mengacu pada analisis Pellow dan Guo (2017), Husnul memetakan tiga cara utama peran agama dalam keadilan lingkungan: legitimasi ketidakadilan, alat perlawanan, dan dampak negatif ketidakadilan terhadap praktik keagamaan.

Dalam konteks NU, konflik tambang mengungkapkan pertarungan internal di mana satu faksi mendukung korporasi, sementara faksi lain, seperti Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA), menentang ketidakadilan lingkungan yang merugikan masyarakat kecil.

Menurut Husnul, pertentangan ini mencerminkan perbedaan penafsiran ideologi NU dan kepentingan praktis masing-masing pihak. FNKSDA menjadi representasi aktivisme yang mengedepankan keadilan lingkungan, menentang eksploitasi sumber daya alam yang disokong negara dan korporasi.

Sebaliknya, sebagian pihak di NU dianggap cenderung mendukung proyek-proyek yang mengabaikan hak-hak masyarakat marginal.

Baca Juga :  Diminati Masyarakat Internasional, Fakultas Dakwah UIN KHAS Sambut Kedatangan Mahasiswa dari 5 Negara

Penelitian ini juga menyoroti bahwa konflik tambang tidak hanya berdampak pada masyarakat lokal tetapi juga mengguncang hubungan internal NU. Ketegangan muncul ketika pihak-pihak dalam organisasi mengambil sikap yang berbeda terhadap isu-isu lingkungan, terutama yang melibatkan kepentingan ekonomi dan politik.

Husnul menekankan bahwa dimensi keagamaan harus dilihat sebagai bagian integral dari upaya keadilan lingkungan.

Ia mengajak para sarjana untuk lebih kritis melihat bagaimana agama berperan dalam memperjuangkan atau justru melanggengkan ketidakadilan, terutama di Indonesia, yang kaya akan sumber daya alam tetapi juga rentan terhadap eksploitasi.

Konflik yang melibatkan tambang di Jember, seperti PT IMASCO, membuka babak baru dalam pemahaman tentang relasi agama, lingkungan, dan politik di tingkat lokal hingga nasional.

Dengan mencermati dinamika ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami pentingnya advokasi yang tidak hanya melibatkan suara lingkungan tetapi juga aspek keadilan sosial dan spiritual yang melekat di dalamnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN
Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026
Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029
Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025
Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya
Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja
Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu
Bupati Jember Bagikan Makanan ke Warga saat Tinjau Antrean BBM di SPBU

Baca Lainnya

Wednesday, 16 September 2026 - 19:26 WIB

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN

Monday, 14 September 2026 - 20:58 WIB

Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

Monday, 14 September 2026 - 20:51 WIB

Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029

Monday, 14 September 2026 - 20:26 WIB

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025

Monday, 14 September 2026 - 19:53 WIB

Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya

TERBARU

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Humas UIN KHAS).

Educatia

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 Sep 2026 - 14:41 WIB

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achamd Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Foto Pribadi).

Educatia

Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Friday, 18 Sep 2026 - 14:35 WIB

Ilustrasi Nietzsche dan pernikahan (Sumber: AI)

Kolomiah

Pandangan Nietzsche Agar Pernikahan Tidak Berujung Cerai

Friday, 18 Sep 2026 - 13:28 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading