Pemerintah RI Dianggap Diam-Diam Menjalin Hubungan Dengan Israel

Friday, 12 April 2024 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Diam-diam Berhubungan Dengan Israel (sumber: Times of Israel)

Gambar Diam-diam Berhubungan Dengan Israel (sumber: Times of Israel)

Frensia.id- Indonesia disebut-sebut telah oleh media Israel sering melakukan hubungan diam-diam dengan negara Yahudi tersebut. Walaupun Indonesia disebut anti zemith, namun soal pengembangan ekonomi, tentu masih butuh pada Israel.

Dilansir Frensia.id dalam Time of Israel, Seorang pejabat Israel menyatakan bahwa Indonesia mungkin akan menormalisasi hubungannya dengan Israel sebagai bagian dari upaya untuk memfasilitasi keanggotaan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dalam Organization for Economic Cooperation and Development (ORCD).

Pejabat tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengonfirmasi laporan dalam Yedioth Ahronoth Israel yang mengungkapkan pembicaraan rahasia yang telah berlangsung berbulan-bulan antara Yerusalem, Jakarta, dan Mathias Cormann, Sekretaris Jenderal  (Sekjen) OECD.

Langkah normalisasi ini dianggap sebagai perubahan yang signifikan bagi Indonesia, terutama dalam konteks meningkatnya sentimen anti-Israel di dunia Muslim akibat peristiwa di Jalur Gaza.

Selain itu, disebut dalam media yang sama bahwa Awalnya, Mathias Cormann memperoleh janji dari Indonesia untuk mengubah sikap kritisnya terhadap Israel.

Namun, Menteri Luar Negeri Israel, Katz, menolak keras untuk mencabut penolakan dari Yerusalem. Ia menyatakan bahwa normalisasi akan menjadi prasyarat. Hal demikian dilaporkan oleh Yedioth.

Baca Juga :  Gus Fawait Hadiri HUT ke-81 TNI di Kodim 0824 Jember, Tekankan Sinergi Ketahanan Pangan

Akhirnya, setelah berunding selama beberapa minggu, Cormann mengirim surat kepada Katz. Pada surat tersebut, ia mengungkapkan bahwa telah berhasil menjadi perantara sebuah kesepakatan di mana Indonesia setuju untuk tidak bergabung dengan OECD sampai hubungan mereka dengan Israel kembali normal.

Surat kabar tersebut melaporkan bahwa Indonesia menyetujui isi surat tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Yedioth.

Bahkan seorang juru bicara OECD mengonfirmasi bahwa Dewan OECD bisa gagal memasukkan Indonsia dalam “a multi-year accession roadmap”. Pasalnya, ada persyaratan bahwa para kandidat harus “menunjukkan kesamaan pikiran dalam pernyataan dan tindakan mereka dalam hubungannya dengan Organisasi dan Anggotanya.”

Menanggapi berita ini, media di Indonsia ramai berita normalisasi ekonomi. Padahal jelas, dalam berita yang beredar di Israel, normalisasi tersebut ditolak oleh pemerintah negara yang sedang menjadi tersangka dalam pembantaian di Jalur Gaza.

Baca Juga :  Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

Walaupun media ini menulis bahwa selama pemerintahan Presiden Indonesia Joko Widodo, Indonesia telah mengizinkan kontak tingkat rendah dan diam-diam dengan Israel. Namun, Indonesia masih dinyatakan secara umum menghindari hubungan terbuka dengan negara Israel.

Hal ini dikonfirmasi oleh pemerintah sendiri. Sebagaimana dilansir dari Detiknews, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah memberikan respons terhadap isu mengenai Indonesia akan menormalisasi hubungan diplomasi dengan Israel untuk menjadi anggota (OECD).

Kemlu menegaskan bahwa posisi Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina.

“Terkait isu pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel, saya tegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada rencana untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel, terlebih di tengah situasi kekejaman Israel di Gaza saat ini. Posisi Indonesia tidak berubah dan tetap kokoh mendukung kemerdekaan Palestina dalam kerangka two-state solution. Indonesia akan selalu konsisten, berada di garis terdepan membela hak-hak Bangsa Palestina,” tegas Jubir Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal kepada wartawan, Kamis kemarin (11/4/2024).

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Gus Fawait Sosialisasikan Program Pemkab Jember melalui Bunga Desaku di Kecamatan Jelbuk
Komisi D DPRD Jember Soroti Kasus Kekerasan Seksual, Kampus Diminta Evaluasi Pengawasan Mahasiswa
Datang ke Jember, Menteri KP Minta Proyek KNMP Tuntas Akhir November
Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah
Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap
DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir
PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri
Petani Lojejer Protes ke DPRD Jember terkait Kades Rangkap Jabatan Anggota Gapoktan

Baca Lainnya

Saturday, 31 October 2026 - 22:47 WIB

Gus Fawait Sosialisasikan Program Pemkab Jember melalui Bunga Desaku di Kecamatan Jelbuk

Friday, 30 October 2026 - 20:15 WIB

Komisi D DPRD Jember Soroti Kasus Kekerasan Seksual, Kampus Diminta Evaluasi Pengawasan Mahasiswa

Friday, 30 October 2026 - 18:18 WIB

Datang ke Jember, Menteri KP Minta Proyek KNMP Tuntas Akhir November

Wednesday, 28 October 2026 - 18:01 WIB

Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah

Monday, 26 October 2026 - 16:32 WIB

Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap

TERBARU

Gambar Saksikan SLANK Manggung Di Banyuwangi, Pahami Cara Tukar Tiketnya! (Sumber: Grafis Frensia)

Selebritia

Saksikan SLANK Manggung Di Banyuwangi, Pahami Cara Tukar Tiketnya!

Saturday, 31 Oct 2026 - 21:02 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading