5 Hal Aksi 411, Salah Satunya Ganyang Fufufafa

Senin, 4 November 2024 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar 5 Hal Aksi 411, Salah Satunya Ganyang Fufafa (Sumber: Grafis/Frensia)

Gambar 5 Hal Aksi 411, Salah Satunya Ganyang Fufafa (Sumber: Grafis/Frensia)

Frensia.id- 5 hal menarik aksi 411 yang terjadi hari ini, 4/11/2024, sejumlah organisasi masyarakat Islam, terutama Front Persaudaraan Islam (FPI), menggelar Aksi Reuni 411 di Jakarta Pusat.

Massa aksi mulai berdatangan sekitar pukul 13.40 WIB, berkumpul di Monumen Nasional (Monas) sebelum bergerak menuju Istana Negara dengan menggunakan mobil komando sebagai penuntun barisan.

Aksi ini menarik perhatian publik dengan beberapa fakta menarik berikut:

1. Front Persaudaraan Islam Memimpin Aksi

Front Persaudaraan Islam (FPI) menjadi penggerak utama aksi ini, bersama sejumlah organisasi masyarakat Islam lainnya. Massa mengenakan pakaian serba putih dan membawa berbagai atribut, termasuk poster dan spanduk. Rute aksi dimulai dari IRTI Monas dan berlanjut menuju Istana Negara dengan dikawal oleh mobil komando yang memberikan arahan dan orasi sepanjang perjalanan. Perwakilan dari FPI, Aziz Yanuar, mengonfirmasi aksi ini pada Minggu (3/11), menjelaskan bahwa aksi 411 merupakan momen reuni yang mengundang banyak tokoh yang biasa hadir di Aksi Reuni 212. Namun, meskipun banyak tokoh hadir, Habib Rizieq Shihab tidak bergabung lantaran masih berada di Makkah, Arab Saudi.

2. Spanduk Habib Rizieq, Meski Tanpa Kehadiran Fisik

Dalam aksi 411, banyak terlihat spanduk besar dengan gambar Habib Rizieq Shihab, menunjukkan simbol kehadirannya dalam bentuk visual. Habib Rizieq merupakan sosok yang identik dengan gerakan seperti ini, tetapi ketidakhadirannya langsung tak mengurangi antusiasme peserta aksi. Para peserta tetap membawa spanduk dan atribut lainnya yang mencerminkan dukungan kepada Habib Rizieq dan agenda-agenda FPI, seolah kehadirannya tetap ada secara simbolis dalam aksi ini.

Baca Juga :  348 SD di Jember Rusak Berat, Anggota Komisi X DPR RI Akan Temui Bupati Secara Langsung

3. Seruan ‘Ganyang Fufufafa’ dan Tuntutan kepada Jokowi

Salah satu yang menarik perhatian dari aksi ini adalah seruan “Ganyang Fufufafa” yang dikomandoi oleh seorang orator dari mobil komando. “Fufufafa” merujuk pada akun yang diduga pernah memfitnah Presiden Prabowo Subianto dan keluarganya beberapa tahun lalu. Massa yang mengikuti aksi ini menyerukan agar akun tersebut ditindak secara hukum.

Selain itu, aksi 411 membawa dua tuntutan utama, yakni penangkapan pemilik akun “Fufufafa” serta pengusutan terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Para peserta aksi membawa poster-poster bertuliskan “Adili Jokowi” sebagai bentuk desakan agar pemerintah menindak tegas kasus-kasus yang mereka anggap merugikan pihak tertentu.

Aksi berlanjut dengan long march ke arah Istana Presiden, berhenti sejenak untuk doa bersama di kawasan Patung Kuda, yang dilanjutkan dengan orasi dan sholat berjamaah.

4. Gibran, Sasaran Aksi yang Sedang Berkunjung ke Kalimantan

Baca Juga :  Tingkatkan Ketahanan Pangan, DPRD Jatim Berikan Bantuan Beras Kepada Masyarakat Kurang Mampu

Aksi 411 juga menyoroti Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang dianggap sebagai bagian dari tuntutan aksi. Namun, pada saat unjuk rasa berlangsung, Gibran sedang berada di Kalimantan Tengah untuk kunjungan kerja.

Di Palangkaraya, putra Presiden Jokowi ini dijadwalkan mengunjungi berbagai lokasi, termasuk Pasar Kahayan dan SDN 1 Langkai, serta menghadiri acara Musabaqah Tilawatil Quran. Kunjungan Gibran ke Kalimantan Tengah ini berlangsung sepanjang hari, dari pagi hingga malam, sehingga dirinya tidak berada di Jakarta saat aksi berlangsung.

Aksi 411 menjadi momentum bagi FPI dan sejumlah ormas Islam untuk menyuarakan pandangan dan tuntutan mereka terhadap pemerintahan. Meskipun Gibran tidak berada di Jakarta, kehadirannya tetap menjadi sorotan utama dalam aksi ini, memperlihatkan bahwa aksi 411 tidak hanya mengarah pada tuntutan hukum tetapi juga merupakan bentuk ekspresi sikap politik dari massa yang berkumpul.

5. Kepolisian Ubah Jalur Lalu Lintas

Polisi menutup akses Jalan Medan Merdeka Barat menuju Istana Negara, mengalihkan arus kendaraan ke Jalan Medan Merdeka Selatan.

Sementara itu, jalan menuju kawasan Sarinah tetap terbuka, meski arus lalu lintas di sekitar Patung Kuda mulai padat sejak penutupan jalan diberlakukan pukul 13.05 WIB.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

KH Said Aqil Sirajd Tak Sehebat Gus Dur, Kalah Hadapi Cawe-cawe Jokowi di NU
Dorong Pelaku Usaha untuk Salurkan CSR, DPRD Jatim: CSR Bisa Jadi Solusi Pengentas Kemiskinan
Tingkatkan Ketahanan Pangan, DPRD Jatim Berikan Bantuan Beras Kepada Masyarakat Kurang Mampu
Komik Keren! Diteliti dan Urai Keburukan Militerisme di Indonesia
Jurnalis Tempo Diteror, Dikirimi Paket Kepala Babi
Post Globalization Militarism: Kajian Interdisipliner tentang Hegemoni Ekonomi, Polarisasi Sosial, dan Tatanan Militerisme Dunia 
Catat Waktunya! BKN Edarkan Surat Pengangkatan PPPK Tahun ini
Jelang Lebaran, DPC PDI Perjuangan Distribusikan Parsel Ramadan

Baca Lainnya

Kamis, 3 April 2025 - 01:07 WIB

KH Said Aqil Sirajd Tak Sehebat Gus Dur, Kalah Hadapi Cawe-cawe Jokowi di NU

Kamis, 27 Maret 2025 - 13:22 WIB

Dorong Pelaku Usaha untuk Salurkan CSR, DPRD Jatim: CSR Bisa Jadi Solusi Pengentas Kemiskinan

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:59 WIB

Tingkatkan Ketahanan Pangan, DPRD Jatim Berikan Bantuan Beras Kepada Masyarakat Kurang Mampu

Minggu, 23 Maret 2025 - 17:50 WIB

Komik Keren! Diteliti dan Urai Keburukan Militerisme di Indonesia

Jumat, 21 Maret 2025 - 07:01 WIB

Jurnalis Tempo Diteror, Dikirimi Paket Kepala Babi

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB