Rentetan Kasus Mahasiswa Mengakhiri Hidup dengan Melompat dari Gedung Kampus, UNEJ Salah Satunya

Sunday, 29 December 2024 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Rentetan Kasus Mahasiswa Mengakhiri Hidup dengan Melompat dari Gedung Kampus, UNEJ Salah Satunya (Sumber: Frensia/Canva)

Gambar Rentetan Kasus Mahasiswa Mengakhiri Hidup dengan Melompat dari Gedung Kampus, UNEJ Salah Satunya (Sumber: Frensia/Canva)

Frensia.id – Rentetan duka di Kampus. Dunia pendidikan Indonesia sedang dikejutkan oleh serangkaian kejadian tragis di beberapa perguruan tinggi. Hal ini berkenaan dengan sisi gelap kesehatan mental di kalangan mahasiswa.

Beberapa kasus bunuh diri yang melibatkan mahasiswa, yang diduga melompat dari gedung kampus, menjadi sorotan pada penghujung tahun 2024. Kasus-kasus ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan kampus.

Universitas Ciputra Surabaya (UC)

Pada 18 September 2024, dunia kampus Universitas Ciputra Surabaya terperangah dengan berita tragis. Seorang mahasiswi berinisial SN (20) ditemukan tewas setelah melompat dari lantai 22 Gedung UC. Rekaman CCTV mengungkapkan SN sempat mengirim pesan perpisahan kepada pacar dan teman-temannya sehari sebelum kejadian.

Meski SN dikenal sebagai sosok yang baik, keluarga dan teman-temannya dikejutkan oleh perbuatan tersebut.

Polisi menyebutkan bahwa masalah asmara diduga menjadi salah satu penyebab tragis ini. SN dan pacarnya yang telah menjalin hubungan selama tujuh bulan tampaknya mengalami ketegangan.

Dalam pesan terakhirnya, SN menyampaikan permintaan maaf dan perpisahan, yang membuat banyak orang terkejut. Kejadian ini memperkuat kebutuhan akan sistem dukungan psikologis yang lebih kuat di kampus.

Universitas Kristen Petra (PCU)

Pada 1 Oktober 2024, Universitas Kristen Petra kembali diguncang oleh kasus serupa. Seorang mahasiswa jurusan Teknik Mesin, R (23), ditemukan meninggal dunia setelah melompat dari lantai 12 gedung kampus. Menurut polisi, setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa R mengalami depresi yang sudah berlangsung cukup lama, terutama setelah kehilangan kakeknya beberapa tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Polisi Gadungan Ditangkap saat Rayu Wanita ASN di Gumukmas Jember

R sempat menerima perawatan dari psikiater, namun tekanan yang dialami ternyata tetap berat. Sempat beredar rumor mengenai perundungan, namun polisi menegaskan bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukkan adanya bullying yang mengarah pada tindakan bunuh diri ini. Kejadian ini semakin menegaskan bahwa gangguan mental, seperti depresi, harus menjadi perhatian serius di kalangan mahasiswa.

Universitas Tarumanegara (Untar)

Kejadian serupa juga mengguncang Universitas Tarumanegara pada 4 Oktober 2024, saat seorang mahasiswi berinisial E (18) ditemukan tewas setelah melompat dari lantai 6 gedung kampus. Dalam buku miliknya, ditemukan sebuah sajak dalam bahasa Mandarin yang menggambarkan kehidupan, namun masih belum ada kejelasan mengenai kaitannya dengan kematiannya. Polisi menyelidiki lebih lanjut namun belum menemukan bukti adanya perundungan atau faktor eksternal lainnya.

Pihak kampus pun memberikan klarifikasi bahwa E adalah mahasiswa baru, dan tidak ada catatan terkait perundungan di kalangan teman-temannya. Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya komunikasi terbuka dan perhatian lebih terhadap mahasiswa baru yang mungkin merasa terisolasi atau kesulitan beradaptasi dengan kehidupan kampus.

Universitas Jember (UNEJ)

Rentetan tragis ini berlanjut ke Universitas Jember (UNEJ), di mana seorang mahasiswa berinisial DR (20) ditemukan tewas setelah melompat dari lantai 8 Gedung C-Rissh pada 23 Desember 2024.

Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, mengingat kampus sedang dalam masa liburan dan tidak ada aktivitas perkuliahan. DR, mahasiswa Prodi Sosiologi angkatan 2023, ditemukan oleh orang-orang yang sedang berolahraga di halaman gedung.

Baca Juga :  Kejari Jember Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Bank Pelat Merah Rp 3 M

Pihak kampus menyatakan bahwa DR mungkin naik menggunakan lift karena akses tangga sudah ditutup. Namun, motif di balik tindakan tragis ini masih belum diketahui dan pihak UNEJ sedang berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendalami lebih lanjut.

Pihak kampus berharap dapat menemukan penyebab pasti kejadian ini agar dapat mengambil langkah-langkah preventif.

Serangkaian kejadian tragis ini membuka mata kita semua mengenai pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa. Dalam lingkungan yang penuh tekanan akademik dan sosial, mahasiswa sering kali merasa terisolasi, tertekan, atau tak mampu menghadapinya.

Tidak jarang, masalah pribadi yang tak terselesaikan dapat memicu tindakan yang tidak diinginkan, seperti bunuh diri.

Oleh karena itu, sudah saatnya setiap perguruan tinggi di Indonesia memperkuat dukungan terhadap kesehatan mental mahasiswanya.

Fasilitas konseling yang lebih mudah diakses, kampanye penyuluhan mengenai kesehatan mental, serta ruang yang lebih terbuka untuk berbicara tentang perasaan dan masalah pribadi sangat diperlukan.

Selain itu, penting bagi teman-teman seangkatan, keluarga, dan dosen untuk lebih peka terhadap tanda-tanda gangguan mental yang mungkin dialami oleh mahasiswa. Kejadian-kejadian seperti ini harus menjadi peringatan keras bahwa kesehatan mental tidak boleh diabaikan, dan dukungan sosial di kampus perlu ditingkatkan.

Rentetan kasus tragis ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan mental mahasiswa.

Kampus bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga tempat yang seharusnya mendukung perkembangan psikologis dan emosional para mahasiswanya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kasat Reskrim Polres Jember Sebut Judol Perusak Masa Depan Anak Bangsa
Penganiayaan Siswi SD di Jember Gegara Cemburu Saling Follow TikTok
Dua Pria Pencuri Kopi di Gunung Pasang Jember Ditetapkan Jadi Tersangka
Nekat Curi Kopi di Perkebunan Gunung Pasang Jember, 2 Pria Dibekuk
Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Muncar Nyaris Diamuk Massa
Buntut Saling Ejek di Medsos Remaja di Jember Dikeroyok
Mengeroyok Maling hingga Mati, Begini Jerat Pidananya
Menyayat Hati! Anak Panggil “Bapak” Usai Ayahnya Tewas Diduga Curi Ayam di Bali, H. Her: “Tolong Hubungi Saya”

Baca Lainnya

Tuesday, 18 August 2026 - 20:07 WIB

Kasat Reskrim Polres Jember Sebut Judol Perusak Masa Depan Anak Bangsa

Saturday, 8 August 2026 - 18:35 WIB

Penganiayaan Siswi SD di Jember Gegara Cemburu Saling Follow TikTok

Thursday, 30 July 2026 - 17:14 WIB

Dua Pria Pencuri Kopi di Gunung Pasang Jember Ditetapkan Jadi Tersangka

Wednesday, 29 July 2026 - 18:51 WIB

Nekat Curi Kopi di Perkebunan Gunung Pasang Jember, 2 Pria Dibekuk

Tuesday, 28 July 2026 - 17:04 WIB

Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Muncar Nyaris Diamuk Massa

TERBARU

Semarak gunungan hasil bumi yang dibawa warga saat acara Ancak Agung dalam memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW (Foto: Sigit/Frensia).

Politia

Kirab Ancak Agung Jember Pecahkan 2 Rekor MURI Sekaligus

Sunday, 23 Aug 2026 - 13:40 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading