Harga Melambung, Petani Cabai di Jember Pilih Panen Lebih Awal

Monday, 2 February 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa.

Foto: Istimewa.

Frensia.Id– Petani cabai di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur, memilih untuk memanen hasil tanam mereka lebih awal. Langkah ini diambil demi memanfaatkan momentum harga cabai merah jenis sret yang sedang melambung tinggi.

Saat ini, harga cabai di tingkat petani menembus Rp45.000 per kilogram. Tingginya nilai jual tersebut mendorong petani untuk segera memetik keuntungan sebelum harga kembali fluktuatif.

Salah satu petani, Puji Rahayu Ningsih, tampak sibuk melakukan petik perdana (nyangkaki) di lahan miliknya di kawasan Jember Selatan. Didampingi seorang pekerja, jemarinya lincah memilah cabai merah yang tersembunyi di balik rimbunnya dedaunan.

“Ini petik cabai lebih awal mumpung harganya mahal, jadi segera dipanen,” katanya, Senin (2/2/2026).

Baca Juga :  Petani di Jember Kirim Surat ke PU SDA Lumajang, Minta Penjelasan Proyek Dam Kali Tanggul Senilai Rp15,6 Miliar

Menurut Puji, kenaikan harga ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan awal Januari 2026 lalu. Kata dia, harga yang sekarang ini akan menguntungkan para petani.

“Sekarang Rp45.000, sebelumnya hanya Rp15.000. Alhamdulillah, harga saat ini sudah sangat menguntungkan bagi petani,” ujarnya.

Kendati demikian, Puji mengakui bahwa tanaman cabainya sebenarnya baru berumur dua bulan—usia yang tergolong cukup muda untuk masa panen normal.

Faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri dalam musim tanam kali ini.

“Menanamnya agak sulit sekarang. Kalau hujan lebat, bunga tanaman sering rontok, sehingga kualitas buahnya kurang maksimal,” keluhnya.

Senada dengan Puji, Hadi Suroso, anggota Kelompok Tani Manunggal Tresno II Desa Tanjungrejo, mengungkapkan bahwa populasi tanaman cabai saat ini sedang menyusut. Di wilayahnya, luas lahan cabai diperkirakan hanya tersisa sekitar 3 hektare.

Baca Juga :  Dua Pria Diduga Curi Cabai di Sawah Banyuwangi, Tepergok Petani

“Harganya mahal karena pasokan sedikit. Banyak petani yang kesulitan menanam akibat cuaca ekstrem dan hujan lebat,” ungkapnya.

Hadi menambahkan, mayoritas petani di wilayah tersebut lebih memilih menanam padi yang dinilai lebih tahan terhadap serangan penyakit di musim penghujan. Dibandingkan menanam cabai yang butuh biaya lebih besar.

“Menanam cabai butuh biaya operasional yang lebih besar, terutama untuk kebutuhan obat-obatan dan pupuk ekstra agar tanaman tetap bertahan di cuaca seperti ini,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

BRI Cabang Jember Sapa Nabasah saat Rayakan Hari Pelanggan Nasional
Sidak Pasar Tanjung-Ritel Modern, Satgas Pangan Jember Pastikan Harga Beras Tak Lampaui HET
Kepala OJK Jember Minta Korban Penipuan Segera Lapor ke IASC Kurang Dari 24 Jam
Jember Jadi Kabupaten dengan Permintaan SLIK OJK Terbanyak hingga Agustus 2026
Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah
Keluhan Pedagang Pasar Tanjung Jember soal Pembiaran Penataan Lapak Dagang
Bitcoin Melonjak Hingga 4,76 %, Apa Sebabnya?
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Baca Lainnya

Tuesday, 29 September 2026 - 12:45 WIB

BRI Cabang Jember Sapa Nabasah saat Rayakan Hari Pelanggan Nasional

Monday, 28 September 2026 - 13:03 WIB

Sidak Pasar Tanjung-Ritel Modern, Satgas Pangan Jember Pastikan Harga Beras Tak Lampaui HET

Wednesday, 23 September 2026 - 19:32 WIB

Kepala OJK Jember Minta Korban Penipuan Segera Lapor ke IASC Kurang Dari 24 Jam

Wednesday, 23 September 2026 - 15:10 WIB

Jember Jadi Kabupaten dengan Permintaan SLIK OJK Terbanyak hingga Agustus 2026

Thursday, 17 September 2026 - 12:01 WIB

Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading