Diriset! Gambus Ternyata Berhubungan Dengan Ide-Ide Musik Al Farabi

Friday, 1 May 2026 - 00:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Gambus Ternyata Berhubungan dengan Ide-Ide Musik Al Farabi (Sumber: Frensia Grafis)

Gambar Gambus Ternyata Berhubungan dengan Ide-Ide Musik Al Farabi (Sumber: Frensia Grafis)

FRENSIA.ID– Ada penelitian menarik yang baru-baru ini diterbitkan oleh Jurnal Universitas Teknologi Malaysia (UTM). Para peneliti menghubungkan gambus pada ide-ide musik Al Farabi, filsuf Muslim terkemuka yang meyakini bahwa musik mampu memperkuat jiwa yang lemah serta mengarahkannya pada kedamaian dan ketenangan batin.

Penelitian yang disusun oleh Muhammad Asyraf Mohd Bakri, Mohammad Kamal Sabran, Asrenee Ab Razak, dan Mohd Syahmir Alias ini menjelaskan bahwa dalam realitas masyarakat Melayu, instrumen gambus terikat erat dengan musik tradisional Islam. Kerap digunakan sebagai sarana penyampaian dakwah dan ekspresi spiritual.

Relevansinya tidak lekang oleh waktu, terbukti dari berbagai kolaborasi musik modern yang memadukan suara kontemporer dengan alunan gambus tradisional, membuktikan bahwa instrumen ini terus memberikan ketenangan emosional yang sejalan dengan pandangan Al-Farabi bahwa musik adalah seni yang memperkaya jiwa.

Al-Farabi juga sangat menekankan dimensi spiritual dan moral dari musik, khususnya saat musik tersebut mengiringi syair-syair yang membina hubungan lebih dekat dengan Tuhan. Praktik ini terejawantahkan secara nyata di Malaysia, di mana gambus berfungsi di berbagai konteks budaya, mulai dari pengiring Zapin Melayu, Hamdolok, Qasidah, hingga Nasyid.

Baca Juga :  4 Guru Besar UIN KHAS Resmi Ambil Berkas Pendaftaran Bakal Calon Rektor, 1 Masuk Pendaftar

Peran religiusnya sangat kental karena instrumen ini senantiasa hadir melengkapi acara-acara sosial dan sakral masyarakat seperti pernikahan, prosesi khitanan, hingga perayaan Khatam al-Quran. Penampilan gambus tradisional pun sering kali diawali dengan senandung puji-pujian kepada Nabi Muhammad, yang semakin mempertegas fungsinya sebagai media pengabdian dan pengingat spiritual.

Menariknya, unsur improvisasi yang disebut taqsim dipertahankan dalam pertunjukan untuk menjaga kesinambungan melodi dan spiritualitas, yang mana hal ini turut diaplikasikan pada acara-acara keagamaan resmi.

Di samping memperkuat spiritualitas, penemuan paling mutakhir dari kaitan gagasan Al-Farabi dengan gambus adalah kemampuannya sebagai medium penyembuhan atau terapi. Al-Farabi sejak lama merumuskan struktur ritme yang kemudian berkembang menjadi sistem maqam, di mana setiap maqam memiliki karakteristik melodi khusus untuk memengaruhi emosi.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Borong 7 Medali di Ajang PORSI JAWARA II 2026

Jejak historis terapi gambus ini sejatinya pernah tercatat di Sabah pada era 1960-an, di mana alunan gambus dilaporkan memicu kondisi trans pada pasien untuk membantu mereka mengartikulasikan penyakit yang diderita.

Secara medis, potensi penyembuhan ini mulai dibuktikan lewat penelitian modern yang mendapati bahwa terapi instrumen gambus dapat menyelaraskan aktivitas gelombang otak serta memicu respons emosional dan fisiologis yang positif bagi anak-anak pengidap autisme dan cerebral palsy.

Eksplorasi terapi gambus bahkan telah diteliti untuk penanganan pasien Alzheimer. Meski potensinya sebagai penyembuh gangguan psikosomatis sangat sejalan dengan sistem penyembuhan historis Islam, pemanfaatan sistem terapi Al-Farabi ini masih belum diadopsi secara luas di dunia medis arus utama, sehingga membuka peluang besar bagi pengobatan holistik di masa depan.

Penulis : Mashur Imam

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

UIN KHAS Jember Borong 7 Medali di Ajang PORSI JAWARA II 2026
UIN KHAS Jember Kirim Surat Keberatan dan Dugaan Kecurangan Panitia PORSI JAWARA II 2026
Penanggung Jawab UIN KHAS Jember Minta Lomba LKTI Diulang, Pengumuman Pemenang Catut Logo Kampus
4 Guru Besar UIN KHAS Resmi Ambil Berkas Pendaftaran Bakal Calon Rektor, 1 Masuk Pendaftar
Kapolda Jatim Pimpin Aksi Tanam Pohon dan Bersih-bersih Pantai di Banyuwangi
Peringati Maulid Nabi & HUT RI ke-80, SDN Patemon 02 Gelar Pawai Parade Ancak
Xenia Terguling di Ladang Cabai Usai Hantam Drainase di Kalibaru Banyuwangi
BEM PTMAI Zona V Geruduk DPRD Jatim, Sampaikan Kritik Isu Tambang hingga MBG

Baca Lainnya

Saturday, 12 September 2026 - 21:12 WIB

UIN KHAS Jember Borong 7 Medali di Ajang PORSI JAWARA II 2026

Saturday, 12 September 2026 - 16:26 WIB

UIN KHAS Jember Kirim Surat Keberatan dan Dugaan Kecurangan Panitia PORSI JAWARA II 2026

Saturday, 12 September 2026 - 14:18 WIB

Penanggung Jawab UIN KHAS Jember Minta Lomba LKTI Diulang, Pengumuman Pemenang Catut Logo Kampus

Friday, 11 September 2026 - 17:10 WIB

4 Guru Besar UIN KHAS Resmi Ambil Berkas Pendaftaran Bakal Calon Rektor, 1 Masuk Pendaftar

Thursday, 10 September 2026 - 23:14 WIB

Kapolda Jatim Pimpin Aksi Tanam Pohon dan Bersih-bersih Pantai di Banyuwangi

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading