Komisi D DPRD Jember Soroti Pergeseran Anggaran Dinas Kesehatan

Monday, 11 May 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi D DPRD Jember saat menggelar RDP dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Foto: Fadli/Frensia).

Komisi D DPRD Jember saat menggelar RDP dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Anggota Komisi D DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho, menyoroti terkait adanya pergeseran anggaran pada Dinas Kesehatan (Dinkes), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB).

“Anggaran dinas ini kenapa ketika sudah kita setujui bersama, kok ada pergeseran-pergeseran. Landasan ataupun dasar hukumnya yang dipakai apa,” kata Wahyu, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Banmus DPRD Jember, pada Senin (11/5/2026).

Wahyu menanyakan alasan terkait naik turunnya anggaran, sehingga membuat jumlahnya tidak ada kepastian.

“Melihat bahwa program ini nantinya akan berhasil atau tidaknya kan juga salah satu variabel ataupun faktornya ini dari anggaran,” kata dia.

Lebih lanjut, Wahyu mencontohkan anggaran yang terdapat pada pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita apabila ikut tergeser.

Baca Juga :  Komisi A DPRD Jember Rekomendasikan Perbaiki Saluran Limbah pada TPA Pakusari

“Bagaimana kita bisa mengharapkan untuk menekan angka stunting, AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi),” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ni Ketut Ardiani, menjelaskan terkait alasan bergesernya anggaran yang terdapat pada Dinas Kesehatan Jember.

“Jadi sumber anggaran di Dinas Kesehatan terdiri dari ada DAU (Dana Alokasi Umum), ada di DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau), ada DAK (Dana Alokasi Khusus), fisik non-fisik, kemudian ada pajak rokok dan barang-barang lain yang sah,” kata dia.

Lebih lanjut, kata dia, pihaknya di awal mendapat alokasi Pagu Anggaran DBHCHT itu sebanyak Rp 85, 084 miliar.

Baca Juga :  Komisi D DPRD Jember Semprot Sekdin Kesehatan soal Perombakan Jabatan Kepala Puskesmas

“Kemudian setelah turun Pagu yang sebenarnya dari DBHCHT, ternyata kita hanya teralokasi sebesar Rp 45,7 miliar, sehingga turun sebesar Rp 39,1 miliar,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan dari alokasi jenis anggaran dari DBHCHT ini, yang menyebabkan perubahan di beberapa program kegiatan dan sub kegiatan yang ada di RAK Dinas Kesehatan.

“Sebenarnya di awal kami berpikir akan sama mendapatkannya di DBHCHT di awal Rp 85 (miliar), kemudian akan dapat Rp 85 (miliar) lagi. Ternyata kita hanya mendapatkan Rp 45 miliar, sehingga ada pengurangan sekitar Rp 39,1 miliar,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Jember Semprot Sekdin Kesehatan soal Perombakan Jabatan Kepala Puskesmas
Golkar Jember Targetkan Jatah Kursi Legislatif Naik di Pemilu 2029
Guru Honorer Diberhentikan Mengajar di Akhir 2026, Bang Pur: Harus Ada Fase Peralihan
Wamen Komdigi Sebut Festival Egrang di Jember Bisa Dorong Ekosistem Sosial dan Ekonomi Lokal
Pj Sekda Jember Beri Apresiasi atas Launchingnya Festival Egrang Tanoker Ledokombo
Pj Sekda Jember Sampaikan Pentingnya Jaga Jati Diri Bangsa saat Launching Festival Egrang ke-14
Mahasiswa UGM Pilih Prabowo di Pilpres 2024, Alasannya Bikin Geleng-Geleng: “Biar Hancur Sekalian”
Ketua DPRD Jember Minta Layanan Samsat Hadir di MPP Mini

Baca Lainnya

Monday, 11 May 2026 - 18:15 WIB

Komisi D DPRD Jember Soroti Pergeseran Anggaran Dinas Kesehatan

Monday, 11 May 2026 - 17:57 WIB

Komisi D DPRD Jember Semprot Sekdin Kesehatan soal Perombakan Jabatan Kepala Puskesmas

Saturday, 9 May 2026 - 22:20 WIB

Golkar Jember Targetkan Jatah Kursi Legislatif Naik di Pemilu 2029

Saturday, 9 May 2026 - 21:32 WIB

Guru Honorer Diberhentikan Mengajar di Akhir 2026, Bang Pur: Harus Ada Fase Peralihan

Saturday, 9 May 2026 - 14:16 WIB

Wamen Komdigi Sebut Festival Egrang di Jember Bisa Dorong Ekosistem Sosial dan Ekonomi Lokal

TERBARU