Frensia.id – Seorang pemuda berinisial MF (21) asal Dusun Gayasan, Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Jember, mengaku menjadi korban begal di wilayah Dusun Pondok Labu, Desa Kelompangan, Kecamatan Ajung, Jember, pada Senin (25/5/2025), tepatnya sekitar pukul 19.00 WIB.
Sewaktu setelah mengalami peristiwa pembegalan, dirinya menggunggah video kejadian tersebut di media sosial hingga viral dan menggegerkan warganet.
Kanit Tindak Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo, membenarkan bahwa beredarnya unggahan tersebut merupakan kabar hoaks.
Menurut penjelasan dia, pihak kepolisian langsung mendatangi korban untuk menginterogasi setelah mendapatkan informasi video tersebut.
“Kita menginterogasi yang bersangkutan. Tujuannya kita, awalnya untuk mengejar pelaku,” kata Andry saat dikonfirmasi, pada Selasa (26/5/2026).
Namun, kata Andry, terdapat kejanggalan saat pihak kepolisian meminta keterangan dari pemuda tersebut
“Ternyata dari keterangan kok sepertinya tidak masuk akal,” tuturnya.
Andry juga mengatakan bahwa pemuda tersebut sempat membuat surat laporan di Polsek Ajung, Jember setelah mengaku jadi korban begal.
“Ternyata setelah kita dalami dari informasi yang bersangkutan, didapati fakta bahwa yang bersangkutan ini ternyata membuat laporan palsu atau informasi yang tidak benar,” kata dia.
Andry berkata, pemuda tersebut mengaku menjadi korban begal karena memang tidak bekerja. Selain itu, kata dia, alasan lain yaitu kepepet ekonomi keluarganya.
“Yang bersangkutan membuat cerita bohong itu adalah karena tuntutan ekonomi dan harapan dengan adanya kejadian tersebut, orang tuanya mengganti biaya nominal yang sebenarnya dia sendiri tidak ada uang segitu,” ujarnya.
Kata Andry, modus yang dilakukan pemuda tersebut dengan cara merekayasa bekas bacokan di area helm dan bahunya hingga menyebabkan robek.
“Korban mengakui bahwa yang bersangkutan, hanya ngarang cerita seolah-olah kejadian seperti itu. Padahal kerusakan yang ada di helm dan di bajunya dia sendiri yang merobek dan membuat bekas di helm,” kata dia.
Lebih lanjut, kata dia, kini pemuda tersebut diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.






