Frensia.id- Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih pada Joko Widodo atar pemberian gelar Jenderal TNI Kehormatan. Warganet banyak yang mengatakan bangga, namun juga tidak sedikit mengungkit kembali tuduhan pelanggaran HAM dan pemecatan dulu.
Bukan hanya kepada Jokowi, ia juga mengucapkan terima kasih pada lembaga keamanan dan pertahanan negara. “terima kasih kepada Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia, serta seluruh prajurit TNI dan Polri di seluruh Indonesia”. Catatnya pada akun @Prabowo.
Ia juga menegaskan bahwa sejak usianya mencapai 18 tahun, sudah berjanji untuk selalu setia kepada Negara, Bangsa, dan Rakyat Indonesia.
Ia mengaku telah bersumpah untuk mendharma bhaktikan dirinya. Juga secara tulus mempersembahkan jiwa dan raga untuk kepentingan negara Indonesia tercinta.
Komitmen dalam sumpah itu akan tetap ia pegang sepanjang hidupnya.”sumpah itu yang akan saya selalu pegang”, tulisnya.
Postingannya langsung viral. Direpost lebih dari 1.600 kali, disukai lebih dari 13 ribu akun, dan telah mendapat lebih dari 1000 komentar. Tentu, sangat beragam yang didapatkan.
Ada yang juga merasa bangga, mendukung dan ada pula yang mengungkit kembali sejarah kelam sosok Prabowo. Yang mendukung misalnya, akun @roman_paqr yang menulis, “Selamat dan sukses pak!! 🙏”.
Sedangkan yang mengungkit kembali sejarah pelanggaran HAM, salah satunya adalah akun @sqytherin. Ia membagikan video yang berisi tentang kesaksian Wiranto tentang pelanggaran yang dilakukan Prabowo. “Hancur sejarah dibuat Jokowi”, keterangan yang dicantumkan dalam video tersebut.
Ada juga yang mengungkit tentang kasus penculikan. Misalnya, akun @DS_yantie. Ia berkomentar, “Pak kalau udah di Lantik, berani kah anda menemui keluarga korban pelanggaran HAM di depan istana setiap hari kamis?”
Komentar tentang penculikan dan pelanggaran HAM tersebut, sama persis dengan isu yang diangkat pada pemilihan umum sebelumnya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam penelitian “Pandangan Hukum Dan Ham Joko Widodo Dan Prabowo Subianto Pada Debat Capres Pertama 2019: Analisis Sebuah Wacana Kritis Norman Fairclough”.
Penelitian tersebut disusun oleh Ilham Saiful Mubin pada tahun 2023. Dalam pandangan isu pelanggaran HAM memang sering dihembuskan oleh lawan-lawan Prabowo dalam politik. Isu tersebut dianggap sukses merusak elektabilitasnya.