Frensia.Id- Viral aksi penipuan dengan modus bayar di tempat atau cash on delivery (COD) terjadi di Dusun Darungan, Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Jember.
Sebuah sepeda motor Honda Vario dibawa kabur oleh calon pembeli saat berpura-pura melakukan uji coba (test drive).
Kejadian bermula saat korban, Riki Widiyatama alias Gendu, warga Desa Jatimulyo, memasarkan sepeda motornya melalui grup jual beli di Facebook.
“Peristiwa itu sebenarnya terjadi pada Jumat (19/6/2026) siang hari, cuma baru viral. Mulanya, korban dihubungi oleh seorang pria bernama Dodik. Keduanya kemudian sepakat bertemu untuk melihat kondisi kendaraan secara langsung,” kata Kapolsek Jenggawah, Iptu Andi Ferry Christian, Rabu (24/6/2026).
Selanjutnya kata dia, saat mendatangi lokasi pertemuan (COD), pelaku bernama Dodik tidak datang sendirian. Dodik mengajak seorang pria paruh baya bernama Tum, yang diakuinya sebagai orang tuanya sendiri. Strategi dilakukan pelaku untuk meyakinkan korban.
“Setelah mengecek kondisi fisik motor, Dodik meminta izin kepada korban untuk mencoba mengendarai motor Honda Vario tersebut dengan meninggalkan Tum di TKP tersebut bersama korban. Tanpa rasa curiga, korban memberikan kunci motornya,” ujarnya.
Namun setelah ditunggu lama, pelaku tidak kunjung kembali dan menghilang membawa kabur motor korban. Sadar telah menjadi korban penipuan, Gendu langsung mengamankan Tum yang ditinggal di lokasi.
“Anehnya, saat diinterogasi warga dan korban, Tum mengaku sama sekali tidak mengenal pelaku,” paparnya.
Ternyata, Tum bukanlah orang tua Dodik. Melainkan seorang tukang ojek yang disewa pelaku untuk mengantarkannya ke lokasi COD.
“Ternyata si Tum adalah tukang ojek yang disewa oleh pelaku untuk mengantarkannya ke lokasi COD,” tambahnya.
Kata dia, korban belum bersedia membuat laporan polisi secara resmi. Korban menyampaikan tidak memiliki dokumen BPKB, karena sepeda motor tersebut dibeli dalam kondisi hanya ada STNK (batangan/bodong).
“Meski korban belum membuat laporan resmi, pihak Polsek Jenggawah menegaskan tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait informasi penggelapan ini berdasarkan petunjuk dari saksi tukang ojek,” ungkapnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan identitas pembeli maupun penjual. Jangan pernah menyerahkan kendaraan untuk dicoba tanpa pengawasan yang ketat,” tandasnya.






