Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya

Wednesday, 26 August 2026 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya(Sumber: Grafis Frensia)

Gambar Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya(Sumber: Grafis Frensia)

FRENSIA.ID– Beberapa akademisi tertarik untuk meneliti relasi kuasi kiai pada fenomena budaya seksualitas di pesantren. Salah satunya bisa ditemukan dalam riset yang disusun oleh Almunauwar Bin Rusli (IAIN Manado) dan Ahmad Fauzi (STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh). Penelitian ini terbit dalam Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam, 03/06.

Kajian ini secara spesifik menyoroti bagaimana penyalahgunaan otoritas keagamaan di lima pondok pesantren bermasalah di Jawa Timur telah menciptakan relasi kuasa yang sangat timpang, yang pada akhirnya berujung pada kekerasan seksual terhadap para santriwati. Melalui pendekatan sosiologi pengetahuan dan analisis wacana kritis, riset ini mengungkap bahwa kekerasan seksual di institusi tersebut sama sekali bukanlah sekadar kegagalan moral dari oknum individu. Fenomena ini merupakan sebuah masalah sistemik yang mengakar kuat pada struktur kognitif, relasi kuasa asimetris, dan manipulasi doktrin teologis.

Baca Juga :  Cabuli Santri Belasan Kali, Pengasuh Ponpes di Banyuwangi Diringkus Polisi

Para peneliti menemukan dua faktor dominan yang melanggengkan kekuasaan absolut oknum kiai, yakni lemahnya pengawasan formal dari pemerintah serta semakin menguatnya doktrin “logika mistika” di lingkungan asrama.

Kepatuhan buta yang dibalut melalui konsep sami’na wa atho’na sering kali dimanipulasi sedemikian rupa melalui tahapan indoktrinasi yang mematikan nalar kritis santri. Oknum kiai bahkan sering berdalih mentransfer “berkah” atau mengaku memiliki ilmu supranatural guna membenarkan tindakan pelecehan seksual mereka.

Meski berada di bawah cengkeraman sistem hierarki dan patriarki yang kuat, korban ternyata tidak sepenuhnya pasif. Penelitian ini menggarisbawahi adanya gelombang perlawanan sipil yang terbagi ke dalam dua saluran utama.

Saluran pertama adalah jalur internal, di mana para santriwati penyintas menggunakan mekanisme perlawanan tertutup atau naskah tersembunyi.

Mereka secara sadar saling memperingatkan melalui komunikasi antarsesama teman, berpura-pura sakit demi menghindari pertemuan privat dengan pelaku, melakukan isolasi diri, hingga secara taktis membangun kolaborasi strategis dengan jaksa, LSM perlindungan perempuan, dan awak media untuk mengungkap kebenaran.

Baca Juga :  2 Santri di Balung Jember Jadi Korban Pemukulan OTK Saat akan Jadi Imam Salat

Saluran kedua adalah jalur eksternal, yang secara vokal digerakkan oleh warga Jawa Timur secara luas. Kelompok ini mendesak negara untuk mengambil tindakan legal-struktural yang tegas, seperti penerapan hukuman kebiri kimia bagi oknum pelaku dan pencabutan izin operasional pesantren yang terbukti melanggar. Secara intelektual-kultural, publik juga menuntut adanya reformasi kurikulum pesantren yang mampu membongkar kultur patriarki guna mencegah keberulangan kekerasan di masa depan.

Riset ini menegaskan bahwa penyelesaian kasus kekerasan seksual di pesantren mutlak membutuhkan penegakan hukum yang rigid dan dekonstruksi doktrin yang merenggut hak asasi manusia.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren
KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot
UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi
Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia
Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah
Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi
Pengukuhan Guru Besar Prof Hamdanah Soroti Urgensi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkeadilan Gender
Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas

Baca Lainnya

Wednesday, 26 August 2026 - 08:56 WIB

Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya

Wednesday, 26 August 2026 - 08:43 WIB

Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren

Monday, 17 August 2026 - 14:25 WIB

KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot

Saturday, 15 August 2026 - 18:55 WIB

UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi

Friday, 14 August 2026 - 23:08 WIB

Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia

TERBARU

Gambar Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya(Sumber: Grafis Frensia)

Educatia

Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya

Wednesday, 26 Aug 2026 - 08:56 WIB

Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di lokasi kejadian (Foto: Tangkapan layar dari video warga setempat).

News

Ditinggal Bepergian, Rumah Warga di Jember Ludes Terbakar

Tuesday, 25 Aug 2026 - 20:55 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading