Frensia.id- Penambang Bitcoin kembali merasakan goncangannya, setelah mata uang digital tersebut mengalami penurunan secara signifikan, hingga menyentuh area $77.000. Sebelumnya, yakni pada 25 Agustus mampu menembus angka $81.272.
Sebagaimana unggahan dari akun IG Coinvestasi pada Sabtu 29/08/26, Bitcoin mengalami penurunan setelah pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole memicu kekhawatiran bahwa suku bunga AS masih bisa naik lagi..
Lebih lanjut akun yang secara khusus membahas mengenai dunia Kripto ini, menyebutkan pidato Ketua The Fed, yang menganggap bahwa inflasi sudah mulai membaik tetapi trend harga belum bergerak ke target.
“Warsh menilai inflasi memang mulai membaik, tetapi belum cukup meyakinkan untuk menunjukkan bahwa tren harga benar-benar bergerak kembali ke target 2%. Ia juga menegaskan The Fed masih memiliki “pekerjaan yang harus dilakukan” jika inflasi tidak turun secara berkelanjutan,” sebagaimana dilansir dari unggahan akun IG Coinvestasi.
Pernyataan Warsh ternyata mempunyai dampak yang beruntun, mulai dari kenaikan suku bunga hingga tekanan di pasar obligasi AS.
“Pernyataan tersebut langsung mengubah ekspektasi pasar. Peluang kenaikan suku bunga pada FOMC September yang sebelumnya berada di sekitar 30% melonjak menjadi sekitar 57%. Tekanan juga terlihat di pasar obligasi AS. Yield US Treasury naik karena investor mulai memperhitungkan kemungkinan suku bunga tetap tinggi lebih lama atau bahkan kembali dinaikkan” sebagaimana papar Coinvestasi.
Pada akhirnya, Bitcoin yang merupakan salah satu asset digital dengan volatilitas tertinggi juga turut terkena imbasnya. Setelah sempat bergerak di sekitar $81.000, BTC turun tajam hingga menyentuh area $77.000.
Penurunan tajam nilai Bitcoin, dari sepekan yang lalu setelah membumbung tinggi disebebakan hanya karena isi pidato dari Ketua The Fed yang mengurai mengenai suku bunga dan inflasi.
Oleh karena itu, maka akan sangat memungkinkan penurunan BTC secara berangsur dan tajam jika memaang The Fed benar-benar akan menaikkan suku bunga September nanti.
The Fed yang merupakan Bank Sentral Amerika Serikat mempunyai pengaruh luar biasa terhadap naik-turunnya Bitcoin. Sekalipun BTC merupakan uang digital yang tidak dikontrol Bank dan Pemerintah, ternyata pidato saja dari petinggi keuangan AS mampu mengubah nilai mata uang internet paling populer tersebut.






