Bunda Indah, Bupati Terpilih Lumajang Mengaku Trauma, Cost Politik Pilkada Besar

Friday, 24 January 2025 - 06:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bunda Indah, Bupati Terpilih Lumajang, Mengaku Trauma, Cost Politik Pilkada Besar (Sumber: Grafis Frensia)

Bunda Indah, Bupati Terpilih Lumajang, Mengaku Trauma, Cost Politik Pilkada Besar (Sumber: Grafis Frensia)

Frensia.id – Indah Amperawati Masdar, atau yang lebih dikenal sebagai Bunda Indah, secara resmi ditetapkan sebagai Bupati Lumajang setelah memenangkan Pilkada 2024.

Namun, di balik euforia kemenangannya, Bunda Indah mengungkapkan pengalaman berat selama proses pilkada.

Ia ngungkapkan pengalaman traumatisnya terkait biaya politik selama Pilkada.

“Pertama, saya merasakan betul trauma politik di Pilkada kemarin ini sangat berat”, ujarnya dalam potongan video yang beredar dalam akun resminya di tiktok,20/01/2025.

Dalam keterangannya, Bunda Indah mengaku mengalami trauma akibat besarnya biaya politik yang harus dikeluarkan selama kampanye.

“Cost politiknya cukup besar
dibandingkan tiga pilkada pilihan rakyat
sebelumnya,” ungkapnya.

Dalam pernyataannya, Ia menyoroti besarnya anggaran yang harus dikeluarkan untuk memenangkan kontestasi politik tersebut.

Menurutnya biaya politik yang besar ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi seorang calon kepala daerah. Ia menekankan bahwa tingginya cost politik dapat menjadi masalah serius bagi para kandidat.

Baca Juga :  Diduga Kesurupan, Pria di Banyuwangi Menceburkan diri ke dalam Sumur

Karena itu, calon pemimpin yang sudah mengeluarkan anggaran besar harus memiliki komitmen kuat untuk tidak berniat mengembalikan dana tersebut melalui cara-cara yang tidak etis.

“Maka seorang calon bupati yang sudah mengeluarkan kos politik yang besar
jangan pernah ada dalam pikirannya untuk bisa mengembalikan dana politik yang sudah dikeluarkan”, tambahnya.

Ia menyebutkan, seorang calon pemimpin yang telah mengeluarkan biaya besar tidak boleh memiliki pemikiran untuk mengembalikan dana tersebut setelah terpilih.

“Kalau dia punya pikiran akan mengembalikan dana politik yang besar itu kembali. maka yang terjadi adalah korupsi,” tegas Bunda Indah.

Pernyataan ini menyoroti realitas keras dalam dunia politik, di mana biaya kampanye sering kali menjadi beban berat bagi para kandidat. Bunda Indah mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus berfokus pada pengabdian, bukan pada keuntungan pribadi.

Baca Juga :  Asap Mengepul di Sekitar Gunung Raung, BPBD : Bukan Aktivitas Vulkanik

Berdasarkan hasil Pilkada Lumajang, pasangan Indah Amperawati dan Yudha Adji Kusuma berhasil unggul dengan perolehan 320.942 suara, mengalahkan pasangan Thoriqul Haq dan Lucita Izza Rafika yang memperoleh 306.748 suara.

Penetapan pasangan terpilih dilakukan tiga hari setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak ada sengketa dalam Pilkada Lumajang.

Pandangan Bunda Indah ini membuka diskusi penting tentang reformasi sistem politik dan pembiayaan kampanye di Indonesia, agar demokrasi tetap berjalan sehat tanpa mengorbankan integritas para pemimpin.

Kemenangan ini menjadi bukti kepercayaan masyarakat Lumajang kepada kepemimpinan Bunda Indah.

Namun, di balik itu semua, pengalaman trauma yang dirasakannya menjadi refleksi tentang mahalnya harga demokrasi di tingkat daerah.

Bunda Indah berharap, ke depan, ada solusi untuk menekan biaya politik dalam pemilihan agar tidak menjadi beban berat bagi para calon pemimpin, sekaligus mencegah potensi korupsi akibat tekanan finansial pasca-Pilkada.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN
Warga Banyuwangi Jadi Korban KM Virgo, Istri : Terakhir Kontak Sabtu Pagi
Terlibat Judi Online, Bansos 206 Warga di Kecamatan Genteng Dicabut
Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026
Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029
Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025
Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya
Penyegaran Organisasi, Sejumlah Pejabat Polresta Banyuwangi Berganti Posisi

Baca Lainnya

Monday, 14 September 2026 - 21:58 WIB

Warga Banyuwangi Jadi Korban KM Virgo, Istri : Terakhir Kontak Sabtu Pagi

Monday, 14 September 2026 - 21:49 WIB

Terlibat Judi Online, Bansos 206 Warga di Kecamatan Genteng Dicabut

Monday, 14 September 2026 - 20:58 WIB

Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

Monday, 14 September 2026 - 20:51 WIB

Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029

Monday, 14 September 2026 - 20:26 WIB

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025

TERBARU

Plt. Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Phil. Sahiron, saat mengukuhkan 4 guru besar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT). (Foto: Fadli/Frensia).

Educatia

UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar

Thursday, 17 Sep 2026 - 19:23 WIB

ilustrasi kenaikan indeks dollar (sumber: Pixabay)

Economia

Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah

Thursday, 17 Sep 2026 - 12:01 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading