Ketua DPRD Jember Sebut Pemda Dituntut Kreatif Hadapi Pemangkasan Transfer Dana Pusat

Tuesday, 7 October 2025 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim saat dikonfirmasi (Sumber foto: Sigit)

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim saat dikonfirmasi (Sumber foto: Sigit)

Frensia.Id – Proses pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember untuk tahun anggaran 2026 telah dimulai, namun dihadapkan pada tantangan signifikan berupa pemangkasan transfer keuangan dari pemerintah pusat. Penurunan ini diproyeksikan akan mengecilkan ruang fiskal daerah, menuntut kreativitas tinggi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember.

Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim menyampaikan, untuk menyikapi ruang fiskal yang semakin sempit, maka Pemerintah Daerah harus kreatif. Berdasarkan hal itu, Pemkab dan DPRD Jember berkomitmen untuk tetap memprioritaskan belanja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama pada sektor pembangunan.

‘Tentu ini diharapkan kreativitas dari pemerintah daerah dan semua unsur pemerintah Kabupaten Jember agar mengantisipasi berkurangnya belanja transfer ini, otomatis akan memperkecil ruang fiskal. Tapi kita berkomitmen antara Bupati dan DPRD agar belanja-belanja yang menyentuh langsung kepada rakyat terutama pembangunan tetap diprioritaskan,” katanya, Selasa (07/10/2025).

Selanjutnya kata dia, penurunan belanja transfer ini bukan hanya dialami oleh Kabupaten Jember, melainkan hampir seluruh daerah di Indonesia. Khusus untuk Jember, penurunan yang terjadi diperkirakan mencapai sekitar Rp270 miliar.

Baca Juga :  Dihadiri LPPM UIN KHAS, Griya Moderasi Agama KUA Kaliwates Jember Bahas Problema Implementasi Eco-theologi

“Mulai minggu ini, kami sudah akan membahas APBD 2026. Pada pembahasan APBD 2026 kali ini, itu yang paling banyak mendapatkan pembahasan adalah menurunnya belanja transfer keuangan dari pemerintah pusat kepada Kabupaten Jember,” ujarnya.


Dampak dari pemotongan dana transfer ini menyebabkan proyeksi belanja APBD Jember 2026 diperkirakan turun signifikan. Jika tahun sebelumnya belanja APBD berkisar Rp4,9 triliun, untuk tahun 2026 diproyeksikan hanya berkisar Rp4,7 triliun.

“Kalau tahun kemarin berkisar 4,9 tahun ini berkisar antara 4,7 belanjanya otomatis turun 270 miliar,” tambahnya.

Halim menegaskan bahwa penurunan belanja transfer ini merupakan kebijakan yang berlaku secara nasional. Kata dia, Kabupaten tetangga seperti Lumajang, Banyuwangi dan Situbondo juga mengalami hal yang sama.

“Artinya bahwa berdasarkan dari Peraturan Menteri Keuangan untuk 2026 belanja transfer dari Pemerintah Pusat itu ya, anggaran Jember berkurang 210 miliar. Kalau kemarin kita dapat info di Lumajang 180 miliar. Kemudian Situbondo, Banyuwangi hampir semuanya, termasuk DKI Jakarta juga mengalami penurunan jumlah transfer sekitar 17 triliun untuk DKI,” jelasnya.

Baca Juga :  Resmi Tersangka! Pemeran Pria Kasus Vidio Mesum Viral di Banyuwangi

Maka dari itu kata Halim, konsekuensi dari mempertahankan prioritas pembangunan adalah perlunya pengetatan di pos belanja lain. Salah satu pos yang akan mengalami pemotongan besar adalah belanja pada masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Biaya belanja OPD kita ada belanja wajib, belanja pegawai, belanja operasi dan belanja modal. Hampir semuanya harus  ada pemotongan pada pos belanja operasi,” paparnya.

Saat ini, proses pembahasan APBD 2026 masih terus berlanjut. Menurut Halim, kreativitas dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran akan menjadi kunci utama bagi Jember untuk menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan keterbatasan fiskal yang ada.

“Nanti perkembangannya kita tunggu karena proses pembahasan APBD 2026 masih tetap berlanjut,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Perempuan Lansia 66 Tahun Ditemukan Meninggal di Parit Persawahan Tegalsari Banyuwangi
Fraksi NasDem Setujui Rencana Pemkab Jember Utang Rp786 M, Tapi dengan Pembayaran Multiyears
Dukung Pinjaman Rp786 Miliar Pemkab Jember, Gus Dofir: Asal Dasar Hukumnya Kuat dan Transparan
Fraksi PDIP Tegaskan Tak akan Geser Sikap soal Penolakan Rencana Pinjaman Rp786 M Pemkab Jember
Widarto Luruskan soal Persetujuan Pinjaman Rp786 M Pemkab Jember dalam Rapat KUA-PPAS APBD 2027
4 Hari Tak Terlihat, Warga Temukan Pria di Purwoharjo Banyuwangi Meninggal Diduga Tersengat Listrik
Pemkab Jember Tanggung Biaya Keberangkatan Kontingen Jamnas XII ke Cibubur Jaktim
Imigrasi Jember Bentuk Desa Binaan di Senduro Lumajang, Edukasi Paspor hingga TPPO

Baca Lainnya

Wednesday, 12 August 2026 - 20:29 WIB

Perempuan Lansia 66 Tahun Ditemukan Meninggal di Parit Persawahan Tegalsari Banyuwangi

Wednesday, 12 August 2026 - 19:55 WIB

Fraksi NasDem Setujui Rencana Pemkab Jember Utang Rp786 M, Tapi dengan Pembayaran Multiyears

Tuesday, 11 August 2026 - 20:22 WIB

Dukung Pinjaman Rp786 Miliar Pemkab Jember, Gus Dofir: Asal Dasar Hukumnya Kuat dan Transparan

Tuesday, 11 August 2026 - 19:26 WIB

Widarto Luruskan soal Persetujuan Pinjaman Rp786 M Pemkab Jember dalam Rapat KUA-PPAS APBD 2027

Tuesday, 11 August 2026 - 09:29 WIB

4 Hari Tak Terlihat, Warga Temukan Pria di Purwoharjo Banyuwangi Meninggal Diduga Tersengat Listrik

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading