Mau Calon DPRD Situbondo? Ini Partai Terbanyak Yang Sering Memenangkan Kursi Legislatif

Monday, 29 January 2024 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editor Mashur Imam

Editor Mashur Imam

Frensia.Id- Situbondo merupakan kota santri. Pengaruh politik terkuatnya tetap yang bersumber dari partai yang banyak memakai wacana perjuangan agama. Hal demikian ini terlihat dari perolahan suara dewan legislatif daerah tersebut. Yang terbanyak mengantarkan calon DPRD, tetap partai yang basisnya pesantren.

Sebagaimana yang tercatat dalam Badan Pusat statistik, data jumlah DPRD Situbonda adalah seperti berikut ini;

  1. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

PKB sebenarnya merupakan partai kedua dalam perspektif historis sebagai yang terbesar di Kabupaten Situbondo. Maklum partai ini baru didirikan pasca Orba. Tentu sebagai Partai yang basisnya Islam masih kalah tua dengan Partai Persatuan Pembangunan.

Walaupun masih terbilang muda, Partai ini tahun kemarin mendapatkan kursi terbanyak dibandingkan partai lain. Suara yang diperoleh pada pemilihan umum kemarin, 2019 adalah 118.164. Dari perolehan ini ada sebanyak 13 kursi yang di dapat. Mereka yang terpilih adalah dari dapil 1, 4, 5 dan 6. Ada 9 laki-laki dan 4 orang sisanya, perempuan.

  1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Baca Juga :  PKB Jember Bagikan Daging Kurban dengan Besek, Gus Ayub: Back to Natural

PPP adalah partai terbesar di Kabupaten Situbondo sebelum PKB lahir. Besarnya PPP tentu tidak lepas dari kultur masyarakat Situbondo. Sebagai kota santri, kehidupan masyarakatnya banyak dipengaruhi oleh peran tokoh pesantren. Karena faktro ini juga PPP memiliki dominasi politik kuat di Kabupaten Situbondo.

Walaupun dalam sejarah adalah partai terbesar di Situbondo, namun tingkat capaian kursi DPRDnya masih kalah pada PKB. Akan tetapi, jika dibanding dengan partai yang lain, tentu PPP tetap menang. Hal ini dibuktikan dengan jumlah kursi yang di depan para pemilihan DPRD tahun 2019 lalu. Dari 72.642, partai mendapatkan 9 kursi, yakni 7 laki-laki dan 2 perempuan. Mereka tersebar hanya di dau dapil yakni 2 dan 3.

  1. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
Baca Juga :  Kepala DPMD Jember Bocorkan Perkiraan Pelaksanaan Pilkades 2027

Mengejutkan tentunya, Gerindra yang bukan merupakan partai yang berbasis di pesantren, menjadi partai dengan DPRD ketiga terbanyak. Partai yang didirikan oleh Prabowo Subianto ini mendapatkan 42.352 suara. Jumlah ini merupakan peningkatan yang besar dari pemilu sebelumnya.

Gerindra sukses mendapat 6 kursi DPRD kebupatan. Terdiri dari 5 laki-laki dan 1 perempuan. Peraihan ini tentu mengalahkan partai besar lain seperti Golkar dan Demokrat yang hanya masing mendapat 5 kursi.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Ekonomi Jember Melesat 6,35%, Selaras dengan Riset Disertasi Bupati Fawait
Dugaan Korupsi Program MBG Kembali Menyeret Tersangka Baru
Komisi A DPRD Jember Desak Pemkab Reformasi GTRA Pasca Maraknya Konflik Tanah
Sekti Jember Usulkan Petani Masuk Bagian GTRA
MBG Dikelola Ugal-Ugalan, Mahfud MD: Tak Heran Jadi Sarang Korupsi
Kualifikasi Calon Ketua Umum PBNU Menurut Gus Zainil Ghulam
Pemkab Jember akan Perbaiki SOP Pembelian BBM Bersubsidi untuk Petani dan Nelayan
Gus Fawait Tegaskan Program Optimalisasi Lahan di Jember Bisa Tingkatkan Hasil Panen Petani

Baca Lainnya

Saturday, 13 June 2026 - 14:24 WIB

Ekonomi Jember Melesat 6,35%, Selaras dengan Riset Disertasi Bupati Fawait

Thursday, 11 June 2026 - 17:31 WIB

Komisi A DPRD Jember Desak Pemkab Reformasi GTRA Pasca Maraknya Konflik Tanah

Thursday, 11 June 2026 - 17:23 WIB

Sekti Jember Usulkan Petani Masuk Bagian GTRA

Thursday, 11 June 2026 - 13:25 WIB

MBG Dikelola Ugal-Ugalan, Mahfud MD: Tak Heran Jadi Sarang Korupsi

Monday, 8 June 2026 - 21:22 WIB

Kualifikasi Calon Ketua Umum PBNU Menurut Gus Zainil Ghulam

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading