Pemerintah Inggris Mulai Melawan Efek Kecanduan Vape, Indonesia kapan?

Wednesday, 31 January 2024 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber; Ilustrator Mashur Imam. Pixabay

Sumber; Ilustrator Mashur Imam. Pixabay

Frensia.id- Berbeda dengan di Indonesai, Untuk mencegah kecanduan pada remaja, Pemerintah Inggris akan mengeluarkan aturan untuk vape sekali pakai. Tahun depan akan ada aturan baru yang akan menandai berakhirnya Lost Marys dan Elf Bars. Selain itu, para menteri juga dapat memiliki kewenangan baru untuk membatasi rasa vape, membuat kemasan tanpa logo, dan mengubah cara vape ditampilkan di toko agar tidak menarik bagi anak-anak.

Pemerintah inggris memberikan penjelasan bahwa perubahan ini diperlukan untuk melindungi anak-anak karena penelitian menunjukkan bahwa satu dari lima orang kini mencoba vaping, meskipun vaping dilarang bagi orang di bawah 18 tahun.

Jika seseorang ingin berhenti merokok, rokok elektrik dapat membantu. Akan tetaoi, ada kekhawatiran mereka yang belum pernah merokok akan mengikuti kebiasaan adiktif ini. Studi menunjukkan bahwa meskipun tidak pernah merokok, separuh orang berusia 18 hingga 24 tahun yang menggunakan vaping sekali pakai terus melakukannya. Para penggiat kesehatan telah memperingatkan bahwa harga uang saku telah menarik mereka, dengan produk sekali pakai hanya dijual £3. Selain itu, ada masalah sampah karena lima juta vape sekali pakai dibuang setiap minggu.

Baca Juga :  ASN Imigrasi Kini WFH Setiap Jumat, Layanan Paspor Terganggu? Ini Penjelasannya

Dilansir dalam laman Mirror, Menteri Kesehatan Victoria Atkins menyatakan, “Saran kesehatannya jelas, vape hanya boleh digunakan sebagai alat untuk berhenti merokok. Namun kami berkomitmen untuk berbuat lebih banyak untuk melindungi anak-anak kami dari penggunaan vaping ilegal di bawah umur, dan dengan melarang vape sekali pakai, kami mencegah anak-anak menjadi kecanduan seumur hidup.”

Baca Juga :  Dandhy Dwi Laksono, Sutradara Film "Pesta Babi", Kritik Keras UU ITE yang Berpotensi Menjeratnya

Aturan yang dibuat, akan berlakju di beberapa negara seperti Inggris, Wales, dan Skotlandia. Negara-negara perserikatan Britinia raya, akan membatasi vape sekali pakai. Dengan demikian, hal tersebut, akan memberikan kewenangan pada para menteri untuk membatasi rasa yang diiklankan untuk anak-anak. Menteri dapat melarang rasa apa pun kecuali mentol, mint, tembakau, dan buah-buahan. Peraturan kemasan baru, tujuannya untuk membuat produk tidak menarik bagi anak-anak, tetapi belum ada keputusan.

Di Indonesia aturan untuk pemakiannya masih belum ada. Aturan masih seputar alur bisnis dan pajaknya. Padahal yang juga penting adalah dampak negatifnya, Riset-riset telah banyak dilakukan tapi hingga belum rampung.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pemkab Jember akan Perbaiki SOP Pembelian BBM Bersubsidi untuk Petani dan Nelayan
Gus Fawait Tegaskan Program Optimalisasi Lahan di Jember Bisa Tingkatkan Hasil Panen Petani
Kepala DLH Ungkap Pemkab Jember Telat Satu Dekade Jalankan UU Olah Sampah Mandiri
Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih
Dispendukcapil Sebut Hasil Verval Data Kemiskinan di Jember 200 Orang Tercatat Meninggal Ternyata Masih Hidup
Pemkab Jember Jajaki Kerja Sama Sister City dengan Kota Jinhua Tiongkok
Bandara Notohadinegoro Buka Rute Baru Jember-Surabaya, Gus Rivqy: Saya akan Berjuang untuk Kemajuan Jember
Tepat di Hari Lahir Pancasila, Gus Fawait Hadirkan Rute Penerbangan Jember–Surabaya

Baca Lainnya

Sunday, 7 June 2026 - 22:02 WIB

Pemkab Jember akan Perbaiki SOP Pembelian BBM Bersubsidi untuk Petani dan Nelayan

Saturday, 6 June 2026 - 23:02 WIB

Gus Fawait Tegaskan Program Optimalisasi Lahan di Jember Bisa Tingkatkan Hasil Panen Petani

Friday, 5 June 2026 - 20:37 WIB

Kepala DLH Ungkap Pemkab Jember Telat Satu Dekade Jalankan UU Olah Sampah Mandiri

Thursday, 4 June 2026 - 10:36 WIB

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Wednesday, 3 June 2026 - 19:02 WIB

Dispendukcapil Sebut Hasil Verval Data Kemiskinan di Jember 200 Orang Tercatat Meninggal Ternyata Masih Hidup

TERBARU

Ilustrasi gambar 'Pancasila dan Realitas Kesejahteraan Pendidik di Indonesia' (Gemini/Ai).

Kolomiah

Pancasila dan Realitas Kesejahteraan Pendidik di Indonesia

Monday, 8 Jun 2026 - 23:36 WIB

Foto KH Zainil Ghulam, Ketua Tanfidziyah PCNU Kencong.

Regionalia

Kualifikasi Calon Ketua Umum PBNU Menurut Gus Zainil Ghulam

Monday, 8 Jun 2026 - 21:22 WIB