Setelah Perusahaan Pusatnya Umumkan Pecat Ribuan Karyawan, Unilever Indonesia Kerjasama Dengan Masjid Istiqlal Jaga Lingkungan

Thursday, 21 March 2024 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Univeler Dan Istiqlal

Ilustrasi, Univeler Dan Istiqlal

Frensia.id- Setelah mengumukan Akan Memecat Ribuan Karyawannya, Unilever kerja sama dengan Masjid Istiqlah. Keduanya mengajari masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Unilever pada Selasa (19/3) lalu mengumumkan rencana untuk melakukan pemangkasan jumlah karyawan hingga mencapai 7.500 orang. Langkah ini diambil untuk mengurangi biaya operasional mereka, seiring dengan rencana pemisahan unit bisnis es krim.

Telah diketahui, Unilever, yang dikenal sebagai rumah produksi merek es krim terkenal seperti Magnum dan Ben & Jerry’s, mengumkan akan memisah sektor produksinya.

Pihak persusahaan secara resmi bahwa pemisahan unit bisnis es krim tersebut diharapkan selesai di akhir 2025. Bisnis es krim ini akan dipindahkan ke kantor pusat terpisah di Amsterdam.

CEO Unilever, Hein Schumacher, menyatakan bahwa perusahaan terbuka terhadap pilihan lokasi pencatatan saham mereka. Investor merespons positif terhadap rencana ini, dengan harga saham Unilever melonjak hingga 6 persen setelah pengumuman tersebut.

Rencana ini juga mendapat dukungan dari aktivis investor dan anggota dewan dana, termasuk Nelson Peltz dan Aviva, pemegang saham Unilever.

Baca Juga :  Perajin Tahu di Mangli Jember Keluhkan Efek Domino Naiknya Harga Kedelai

Bisnis es krim Unilever menyumbang sekitar 16 persen dari total penjualan global mereka, dan bahkan mencapai sepertiga atau 40 persen penjualan di beberapa negara.

Dengan demikian, informasi pemecatan karyawannya merupakan konsekuensi dari strategi bisnis yang mereka pilih. Dengan kata lain, lahir karena proses pemisahan yang terjadi.

Baca Juga :  Harga Plastik Naik Gegara Perang di Timur Tengah

Walaupun dinformasikan bakal memecat karyawannya, perusahaan ini tampak ikut memeriahkan kegiatan-kegitan di Bulan puasa.

Melalui kerjasamanya dengan Masjid Al Istiqlah, mereka memberikan edukasi pada masyarakat soal lingkungan.

Entah apa misinya? Yang jelas, Nurdiana Darus, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, menjelaskan kerja sama itu akan berlangsung lama.

Komitmen Unilever Indonesia dalam menjaga lingkungan telah dilakukan melalui berbagai inisiatif. Kemitraan jangka panjang dengan Masjid Istiqlal merupakan salah satu manifestasi dari komitmen tersebut. Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilah dan mengolah sampah, tidak hanya di lingkungan masjid tetapi juga di rumah“.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih
BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi
Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah
Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik
Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah
Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan
Gas Elpiji 3 Kg di Jember Langka-Mahal, Pertamina Gelar Operasi Pasar
Perajin Tahu di Mangli Jember Keluhkan Efek Domino Naiknya Harga Kedelai

Baca Lainnya

Thursday, 4 June 2026 - 10:36 WIB

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Monday, 25 May 2026 - 14:00 WIB

BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi

Friday, 22 May 2026 - 19:32 WIB

Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah

Friday, 22 May 2026 - 18:34 WIB

Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik

Thursday, 21 May 2026 - 14:25 WIB

Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah

TERBARU

Pihak kepolisian saat mengamankan pelaku yang membacok karyawan provider wifi (Foto: Istimewa).

Criminalia

Pria di Jember Ngamuk Bawa Celurit Bacok Karyawan Provider Wifi

Friday, 5 Jun 2026 - 16:20 WIB

Gambar Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 lebih (Sumber:Grafis Canva)

Economia

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Thursday, 4 Jun 2026 - 10:36 WIB