SMP di Jember Liburkan Siswa Gegara Gedung Terendam Banjir

Saturday, 31 January 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa.

Foto: Istimewa.

Frensia.Id – Intensitas hujan yang tinggi mengguyur wilayah Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Jember sejak pukul 00:00-03:30 WIB.

Aktivitas belajar mengajar di sekolah terpaksa dihentikan sementara, karena kondisi gedung yang terendam banjir.

Kepala Sekolah SMP PGRI Kasiyan, Nur Akhmad, mengungkapkan bahwa sekolahnya itu memang menjadi langganan banjir setiap kali musim hujan tiba.

Menurutnya, penyebab utama banjir bukan hanya faktor cuaca, melainkan disebabkan oleh saluran irigasi di sekitar sekolah.

“Memang SMP PGRI Kasiyan itu selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Itu disebabkan dari irigasi sungai, di sekitar sekolah itu ada aliran air sungai yang dari sawah,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026).

Baca Juga :  Siswa SMP Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai Bedadung Jember

Selanjutnya kata dia, dampak banjir kali ini cukup parah.

Aliran air dari area persawahan meluap hingga merendam seluruh area sekolah, termasuk ruang kelas dan kantor guru.

“Itu yang menyebabkan banjir masuk ke sekolah kami. Paling parah banjir itu pernah sampai 2 meter, sudah masuk sampai ke kantor, kelas, dan ruangan-ruangan lainnya,” ujarnya.

“Semalam air setinggi paha, hingga pagi ini masih selutut. Karena kondisi tidak kondusif, siswa terpaksa kami liburkan,” tambahnya.

Dampak dari banjir ini tidak hanya mengganggu kalender akademik, tetapi juga merusak fasilitas pendidikan.

Tercatat, sepanjang awal Januari 2026 saja, pihak sekolah sudah tiga kali memulangkan siswa demi keselamatan.

Baca Juga :  Menarik! Jejak Riset Prof. Hepni tentang Kedamaian Tarekat Wahidiyah

“Di awal tahun 2026 ini, sudah 3 kali kami liburkan siswa gara-gara banjir. Fasilitas penunjang sekolah juga banyak yang rusak akibat terendam air,” paparnya.

Nur Akhmad mengaku telah berulang kali berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, untuk mencari solusi terkait masalah irigasi persawahan yang menjadi sumber masalah.

Namun, hingga kini upaya tersebut belum membuahkan hasil nyata.

“Kami sudah beberapa kali konfirmasi ke pihak desa. Cuma sampai sekarang belum ada tindakan pasti terkait perbaikan irigasi di sawah sekitar sekolah kami,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu
Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik
KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso
Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta
Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi
Luapan Sungai Gerus Plengsengan di Sempu Banyuwangi, Nyaris Hantam Bangunan Warga
Puting Beliung Terjang Purwoharjo Banyuwangi, 12 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Timpa Bangunan
Keren Mahasiswa S3 di Jember Kembangkan AI Pendeteksi Kematangan Durian

Baca Lainnya

Tuesday, 4 August 2026 - 23:40 WIB

Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Monday, 3 August 2026 - 19:15 WIB

Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik

Thursday, 30 July 2026 - 17:19 WIB

KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso

Thursday, 30 July 2026 - 14:28 WIB

Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta

Tuesday, 28 July 2026 - 18:15 WIB

Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading