Frensia.id — Kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus memasuki babak baru. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi III menggelar rapat dengar pendapat dengan memanggil Kapolda Metro Jaya pada hari ini untuk membahas tragedi tersebut secara mendalam.
Dalam forum yang menyita perhatian publik ini, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, turut hadir dan memberikan pernyataan menohok. Ia secara tegas meminta lembaga legislatif untuk turun tangan mengawasi dan mengaudit tindak-tanduk intelijen negara yang diduga kuat memiliki kaitan dengan rentetan kekerasan terhadap masyarakat sipil.
Isnur menyoroti bahwa insiden yang menimpa Andrie Yunus bukanlah tindak pidana penganiayaan biasa. Menurutnya, ada indikasi kuat keterlibatan kekuasaan di balik teror ini. Ia memperingatkan bahwa jika kasus ini dibiarkan menguap tanpa penyelesaian yang transparan, teror serupa akan terus menghantui masyarakat.
“Ini peristiwa terus berulang. Dan kalau ini tidak diungkap secara maksimal… rasa aman warga negara itu hilang,” tegas Isnur di hadapan para anggota dewan.
Melihat urgensi tersebut, Isnur mendesak agar parlemen tidak tinggal diam. Ia menaruh harapan besar pada langkah konkret dari Senayan.
“Saya harap betul, Komisi III bisa mengambil terobosan,” tambahnya. Lebih jauh, ia juga mendorong agar isu ini diangkat ke tingkat yang lebih tinggi, “Saya berharap ada pembicaraan lintas komisi dan level pimpinan DPR untuk serius melihat ini.”
Pernyataan paling mengejutkan dari Ketua YLBHI tersebut adalah dugaannya bahwa kasus penyiraman air keras ini merupakan wujud dari operasi intelijen yang menyasar kelompok masyarakat sipil. Jika dibiarkan, Isnur memperingatkan bahwa siapa saja bisa menjadi korban selanjutnya, tanpa pandang bulu.
Ia bahkan mengingatkan para anggota dewan bahwa posisi mereka pun tidak sepenuhnya aman dari potensi ancaman serupa.
“Jangan operasi kepada warga. Bisa jadi juga operasi pada anggota DPR,” ujarnya memberikan peringatan keras.
Di akhir pernyataannya, Isnur juga mengungkapkan fakta mencengangkan yang mengindikasikan bahwa Andrie Yunus bukanlah sasaran tunggal dari kelompok pelaku teror ini.
“Saya kemarin baca di media. Ternyata yang ditarget (pelaku) bukan hanya Andrie,” tutupnya, meninggalkan tanda tanya besar mengenai siapa lagi yang masuk dalam daftar target operasi kekerasan tersebut.
Rapat Komisi III bersama Kapolda Metro Jaya ini diharapkan menjadi titik terang untuk membongkar tuntas dalang dan motif sebenarnya di balik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, serta memulihkan kembali rasa aman di tengah masyarakat.






