Frensia.id – Badan Pengurus Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Jember mengeluhkan kenaikan harga satuan bahan konstruksi.
Wakil Ketua 1 BPC Gapensi Jember, Herwindro Wicaksono, mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin rugi diawal sebelum proses pengerjaan.
“Kita kan juga berpikir masak sebelum kerja kita rugi bahasanya seperti itu,” kata dia, saat ditemui di Ruang Komisi C DPRD Jember, pada Rabu (29/4/2026).
Erwin mencontohkan pada harga aspal yang masih simpang siur.
Kata dia menurut Harga Perkiraan Sendiri (HPS) aspal yang dikeluarkan pada bulan Januari atau Februari semula berharga Rp 1.500.000.
Namun, kata dia, pihak Asphalt Mixing Plant (AMP) ternyata mengeluarkan harga yang lebih tinggi.
“Kemarin per tanggal 18 April ada kenaikan yang benar-benar signifikan. Itu sampai ada AMP yang memberikan harga ke kita itu Rp 1.900.000 ke atas,” tuturnya.
Kata Erwin, pihaknya menginginkan dalam pengerjaan bangunan dapat memperoleh keuntungan yang normal tanpa mengurangi kualitas.
Menanggapi keluhan tersebut, Anggota Komisi C DPRD Jember, Agung Budiman, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk menekan harga satuan bahan bangunan.
“Bahwasanya harga satuan untuk segera ditetapkan, dan untuk segera dilaksanakan. Mengingat biar akses manfaat untuk masyarakat, roda perekonomian segera berjalan,” kata Agung.
Lebih lanjut, Agung berharap dengan tidak menentunya harga, kualitas bangunan masih tetap terjamin bagus.
“Jangan sampai pekerjaan itu dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya, sampai berakibat kurang bagusnya mutu,” tegasnya.






