Buku Cak Imin Tentang Gus Dur, Menfigurkan Sebagai Mubaligh Kemanusiaan

Monday, 30 December 2024 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Buku Cak Imin Tentang Gus Dur, Menfigurkan Sebagai Mubaligh Kemanusiaan (Sumber: Frensia Grafis)

Gambar Buku Cak Imin Tentang Gus Dur, Menfigurkan Sebagai Mubaligh Kemanusiaan (Sumber: Frensia Grafis)

Frensia.id- Buku Melanjutkan Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur karya A. Muhaimin Iskandar adalah upaya takzim untuk menghidupkan kembali ruh perjuangan Gus Dur, tokoh pluralisme yang melampaui batas-batas tradisi, budaya, dan keyakinan.

Diterbitkan oleh Lkis Pelangi Aksara pada 1 Januari 2010, buku setebal 200 halaman ini menyajikan kumpulan tulisan Cak Imin—begitu ia akrab disapa—yang pernah dimuat di berbagai media massa, sebuah kolase pemikiran yang menggugah dan mendalam.

Cak Imin mengurai Gus Dur sebagai sosok yang tak sekadar menjadi pemimpin politik, tetapi juga mubaligh kemanusiaan. Dalam perspektifnya, tugas seorang mubaligh sejati bukan hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Gus Dur, dalam pandangan buku ini, bukanlah ulama yang terperangkap dalam sekat hukum dan norma yang kaku. Ia adalah penyambung lidah Tuhan yang menerjemahkan pesan-pesan ketuhanan ke dalam bahasa kasih sayang dan empati kepada sesama manusia.

Buku ini menggambarkan Gus Dur sebagai juru dakwah yang mengangkat harkat kemanusiaan tanpa memandang latar belakang etnis, agama, atau budaya. Dengan tulisannya, Cak Imin menghidupkan kembali percikan-percikan kebijaksanaan Gus Dur yang sering kali melawan arus dominan.

Baca Juga :  Menpar dan Pemprov Jatim Optimis JFC Bakal Tembus Kalender Wisata Dunia

Gus Dur tidak ragu menantang kemapanan untuk membela kaum marginal, sebuah keberanian yang menurut Cak Imin menjadikan Gus Dur sebagai figur “mubaligh” yang benar-benar mendedikasikan dirinya untuk misi kemanusiaan.

Melalui narasi yang cair namun tegas, Cak Imin mengingatkan pembaca bahwa pluralisme bukanlah konsep abstrak, melainkan kenyataan yang membutuhkan komitmen. Pemikiran Gus Dur, sebagaimana dipaparkan dalam buku ini, menyiratkan pesan bahwa agama bukanlah semata-mata simbol dan hukum, tetapi juga dialog antarmanusia yang memanusiakan.

Gus Dur dengan luwes menyambungkan berbagai gagasan dari lintas budaya dan agama, menciptakan harmoni yang melampaui batas.

Salah satu kekuatan buku ini adalah keberhasilannya memotret Gus Dur sebagai pribadi yang humanis. Cak Imin tidak hanya berbicara tentang gagasan besar Gus Dur, tetapi juga menunjukkan bagaimana nilai-nilai itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Gus Dur yang menyapa dengan senyum, Gus Dur yang melucu di tengah debat panas, Gus Dur yang tetap tenang di tengah badai konflik. Semua itu menghadirkan gambaran tentang seorang mubaligh yang kehadirannya membawa kesejukan.

Baca Juga :  Bupati Fawait sebut UMKM Pahlawan Penyelamat Ekonomi Nasional

Namun, buku ini juga mengandung kerinduan. Dalam setiap kalimat, terasa betapa Cak Imin berusaha menjaga api perjuangan Gus Dur tetap menyala. Ada semacam harapan agar generasi penerus tidak hanya mengenang Gus Dur sebagai tokoh besar, tetapi juga meneruskan perjuangannya.

Dalam kata pengantarnya, Cak Imin menyebut Gus Dur sebagai “pemayung semua aspirasi,” sebuah ungkapan yang menegaskan bahwa visi Gus Dur adalah untuk semua, tanpa terkecuali.

Melanjutkan Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur adalah buku yang memotret pemikiran Gus Dur dengan penuh hormat, tetapi juga mengundang refleksi. Ia bukan sekadar bacaan, melainkan ajakan untuk merenungkan kembali makna keberagaman dan kemanusiaan di tengah dunia yang semakin terpolarisasi.

Melalui buku ini, Cak Imin tidak hanya menulis, tetapi juga memanggil kita semua untuk melanjutkan perjalanan Gus Dur: menjadi mubaligh kemanusiaan di jalan Tuhan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Gus Fawait Wujudkan Asta Cita ke 4 dan 6 Presiden Prabowo melalui Program Homecare
Pemkab Jember Siapkan Renovasi Pembangunan TPA Senilai Rp 2 Triliun
DPRD Jember Larang Wartawan Liput Rapat KUA-PPAS APBD 2027, Widarto: Sesuai Tatib !
Gus Fawait Sosialisasikan Program Homecare saat Bunga Desaku di Tanggul
Gus Fawait Beri BPJS Kesehatan dan Beasiswa Jalur Khusus bagi Anak Kader Posyandu dan Ketua RT/RW
Pavingisasi di Jember Gunakan Material Beralamat SNI Dibekukan, DPRD Jatim Minta Proyek Diberhentikan
Pemkab Jember Kukuhkan Pengurus Kormi, Gus Fawait: Kalau Buat Event Harus Multiplier Effect
PAN Bondowoso Gelar Muscab ke-VI untuk Perkuat Internal Partai melalui Restrukturisasi Pengurus

Baca Lainnya

Wednesday, 29 July 2026 - 23:18 WIB

Gus Fawait Wujudkan Asta Cita ke 4 dan 6 Presiden Prabowo melalui Program Homecare

Wednesday, 29 July 2026 - 22:06 WIB

Pemkab Jember Siapkan Renovasi Pembangunan TPA Senilai Rp 2 Triliun

Wednesday, 29 July 2026 - 22:00 WIB

DPRD Jember Larang Wartawan Liput Rapat KUA-PPAS APBD 2027, Widarto: Sesuai Tatib !

Tuesday, 28 July 2026 - 23:25 WIB

Gus Fawait Sosialisasikan Program Homecare saat Bunga Desaku di Tanggul

Tuesday, 28 July 2026 - 22:02 WIB

Gus Fawait Beri BPJS Kesehatan dan Beasiswa Jalur Khusus bagi Anak Kader Posyandu dan Ketua RT/RW

TERBARU

Dinkes Jember saat melakukan rontgen paru-paru warga di salah satu Kantor Desa (Foto: Dinkes Jember)

Healthia

Dinkes Jember Temukan 271 Orang Terdiagnosa TBC per Juni 2026

Friday, 31 Jul 2026 - 19:42 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading