BYD Siap Bangun Pabrik Mobil Listrik di Subang Tahun 2026

Friday, 29 November 2024 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar

Ilustrasi gambar "BYD Siap Bangun Pabrik Mobil Listrik di Subang Tahun 2026" sumber tangkapan layar IG gnfi

Frensia.id – BYD (Build Your Dreams), Produsen mobil listrik asal China memastikan komitmennya untuk membangun pabrik perakitan di Indonesia.

Lokasi pabrik akan berada di kawasan Subang Smartpolitan, Jawa Barat, yang terintegrasi dengan infrastruktur utama seperti Tol Cipali, Pelabuhan Patimban, dan Bandara Kertajati.

Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2025, dan operasional pabrik dijadwalkan dimulai awal 2026.

Luther Panjaitan, Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia, menjelaskan bahwa fasilitas ini akan memenuhi aturan pemerintah terkait batas akhir importasi mobil listrik.

“Sesuai target pemerintah, akhir 2025 pembangunan pabrik selesai, dan awal 2026 semua model BYD di Indonesia akan dirakit lokal,” ujarnya pada 26/11/2024, seperti dilansir kompas.

Saat ini, konstruksi pabrik sedang berlangsung tanpa seremonial. Luther menegaskan bahwa BYD lebih mengutamakan komitmen nyata dalam realisasi pembangunan.

Baca Juga :  Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000

“Menurut kami, seremoni ground breaking itu tidak begitu penting. Yang penting adalah bagaimana BYD memenuhi rencana yang sudah disusun,” tambahnya.

Subang Smartpolitan dipilih karena letaknya yang strategis, mendukung efisiensi operasional pabrik.

Area ini memiliki akses langsung ke Tol Cipali di Km 89, yang juga tengah dikembangkan, serta dekat dengan pelabuhan dan bandara internasional.

Infrastruktur ini diharapkan mempercepat distribusi kendaraan listrik BYD di pasar domestik.

BYD berencana merakit sejumlah model populernya seperti Atto 3, Dolphin, Seal, dan M6 di pabrik ini.

Seluruh model yang dijual di Indonesia mulai 2026 akan diproduksi lokal, dengan spesifikasi minimal setara model impor.

“Komitmennya jelas, jumlah produksi minimum harus sama dengan jumlah impor, bahkan boleh lebih baik dari segi spesifikasi,” kata Luther.

Baca Juga :  BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan untuk menghentikan importasi mobil listrik pada akhir 2025.

Langkah ini sejalan dengan upaya mempercepat pertumbuhan industri kendaraan listrik lokal.

Kehadiran pabrik BYD di Subang tidak hanya mendukung kebijakan ini, tetapi juga membuka peluang kerja baru serta mendorong transfer teknologi di bidang otomotif.Dengan kehadiran pabrik ini, BYD menegaskan perannya dalam mendukung pengembangan ekosistem mobil listrik di Indonesia sekaligus memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik global.

Dengan kehadiran pabrik ini, BYD menegaskan perannya dalam mendukung pengembangan ekosistem mobil listrik di Indonesia sekaligus memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik global.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bitcoin Melonjak Hingga 4,76 %, Apa Sebabnya?
BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Menjadi Paus di Pasar Saham, Apa Saja Portofolio Blackrock?
Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jember, Pemkab Bersama BI dan OJK Perkuat Kolaborasi Sektor Perbankan
Emas hingga Daging Sapi Jadi Penyumbang Andil Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026
BPS Catat Inflasi Tahunan Jember pada Juli 2026 Capai 2,53 Persen
Peringati Hari Koperasi Ke-79, Dekopinda Jember Gelar Jalan Sehat hingga Gaet Puluhan UMKM

Baca Lainnya

Friday, 4 September 2026 - 12:45 WIB

Bitcoin Melonjak Hingga 4,76 %, Apa Sebabnya?

Monday, 31 August 2026 - 17:44 WIB

BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026 Berkat Konsisten Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Monday, 31 August 2026 - 07:01 WIB

Menjadi Paus di Pasar Saham, Apa Saja Portofolio Blackrock?

Sunday, 30 August 2026 - 07:19 WIB

Pidato Ketua The Fed, Dianggap Memicu Penurunan Bitcoin hingga $77.000

Tuesday, 18 August 2026 - 16:26 WIB

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jember, Pemkab Bersama BI dan OJK Perkuat Kolaborasi Sektor Perbankan

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading