Frensia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember akan kebanjiran dana investasi di akhir tahun ini.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa Pemkab Jember akan mengoptimalkan dana investasi tersebut untuk pembangunan daerah.
“Kita akan kemasukan investor lebih besar ya, karena di sektor penanganan sampah. Insyaallah akhir tahun kita akan kemasukan investor sekitar Rp1,5 sampai Rp2 triliun,” kata dia, saat di Kantor OJK Jember, pada Selasa (18/8/2026).
Bupati yang sering dipanggil Gus Fawait itu, menekankan intensitas komunikasi dengan investor, dalam mengoptimalkan dana investasi tersebut.
“Kita akan komunikasikan termasuk kepada perbankan, karena biasanya yang intens dengan investor ini kan biasanya kawan-kawan perbankan,” tuturnya.
Kata dia, pihaknya akan ikut membantu dalam menjembatani komunikasi baik ke pemerintah daerah, maupun pusat.
“Pemkab akan membantu mengkomunikasikan dengan Pemerintah Pusat, sehingga nanti kalau perlu kemudahan-kemudahan dari Pemerintah Kabupaten Jember kita akan bantu,” ujarnya.
Menurut Gus Fawait, dana investasi atau pihak ketiga tersebut, perlu disalurkan secara optimal, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Termasuk kami sampaikan rencana pembangunan-pembangunan di Kabupaten Jember, baik itu jangka pendek, menengah maupun panjang. Baik itu terkait masalah pendidikan, kesehatan, bahkan infrastruktur,” kata dia.
Lebih lanjut, Gus Fawait menyinggung terkait urusan tata ruang di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, bahkan nasional, yang kini masih di tahap penyempurnaan.
“Karena memang hari ini masih dalam tahap penyempurnaan tata ruang, termasuk penjagaan untuk LSD (Lahan Sawah yang Dilindungi) dan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan),” ucapnya.
Gus Fawait, mengatakan bahwa Pemkab Jember berkomitmen akan menjaga ketahanan pangan lewat LP2B, yang jumlahnya kini justru bertambah di Kabupaten Jember.
“Ini menunjukkan bahwa Pemkab Jember mensupport dan siap mensukseskan program nasional yaitu ketahanan pangan, tanpa mengorbankan program yang lainnya,” tegasnya. (***)







