Menggunakan Lebih Dari Satu Busi, Honda GL Pro Terbukti Performanya Meningkat

Saturday, 8 June 2024 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Menggunakan Lebih Dari Satu Busi, Honda GL Pro Terbukti Performanya Meningkat (Sumber Canva)

Gambar Menggunakan Lebih Dari Satu Busi, Honda GL Pro Terbukti Performanya Meningkat (Sumber Canva)

Frensia.id- Modifikasi Honda GL Series tidak ada habisnya. Bahkan ada yang penelitian fokus pada perancangan sistem perapian GL Pro dapat dikembangkan dengan memakai dua busi. Terbukti performa tambah meningkat.

Salah satu penelitian yang mengungkap hal demikian adalah Robby Arianto Salim dan Philip Kristanto. Keduanya adalah Program Otomotif Program Studi Teknik Mesin Universitas Kristen Petra.

Keduanya fokus pada perancangan sistem perapian Honda GL Pro dengan memakai dua busi. Hasil penelitiannya telah diterbitkan dalam mechanova pada tahun 2014.

Menurut keduanya, di era modern yang penuh dengan perkembangan pesat, teknologi di bidang otomotif juga mengalami lonjakan signifikan. Hal ini menyebabkan peningkatan tajam dalam penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi, jauh melampaui tingkat penggunaan pada masa sebelum adanya kendaraan bermesin.

Akibat dari konsumsi bahan bakar fosil yang terus meningkat, cadangan minyak bumi semakin menipis. Hal demikian yang mendorong keduanya untuk meneliti inovasi-inovasi sistem pembakaran demi efisiensi penggunaan bahan bakar.

Baca Juga :  Laka Truk vs Motor di Jember, 1 Orang Tewas

Salah satu inovasi yang menarik perhatian keduanya adalah desain mesin yang menggunakan lebih dari satu busi per silinder, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pembakaran. Dengan adanya sistem dua busi, sangat diharapkan bahan bakar dihemat.

Untuk membuktikan hal tersebut, keduanya memilih untuk mengevaluasi seberapa besar peningkatan performa mesin Honda GL Pro dengan rancang sistem tersebut. Mereka memakai chassis dynamometer, untuk mendapat hasil analisis performa mesin sebelum dan sesudah modifikasi.

Hasilnya, ternyata benar. Penggunaan lebih dari satu busi per silinder dapat meningkatan performa mesin pembakaran dalam GL Pro. Dari hasil pengujian standar, rata-rata daya yang dihasilkan adalah 12,97 hp pada 7730 rpm dan rata-rata torsi mencapai 13,39 Nm pada 5870 rpm.

Baca Juga :  Konferensi Akademik di UGM Bahas Masa Depan Demokrasi, Soroti Relasi Polisi, Militer, dan Gerakan Sosial

Setelah dilakukan modifikasi dengan sistem dua busi, ternyata melahirkan peningkatan daya rata-rata menjadi 13,47 hp pada 7699 rpm dan rata-rata torsi meningkat menjadi 13,74 Nm pada 5742 rpm. Artinya, sistem pengapian dengan dua busi ternyata dapat menyebabkan peningkatan daya sebesar 3,84%, peningkatan torsi sebesar 2,54%, dan peningkatan efisiensi konsumsi bahan bakar dapat memperpanjang jarak tempuh sebesar 5,6%.

Melalui hasil penelitian ini, dapat dikonklusikan bahwa sistem pengapian dengan dua busi tidak hanya meningkatkan performa mesin dalam hal daya dan torsi. Akan tetapi, terbukti juga dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar. Dengan demikian, hal ini juga menjadi solusi yang menguntungkan bagi pengguna untuk tetap ramah lingkungan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Peneliti Universitas Esa Unggul Sebut Kepentingan Konglomerat Media Rusak Demokrasi Pers
Logika Penguasaan Negara Pada Karya Jurnalistik Diteliti Akademisi
Dispendik Jember Lakukan Trauma Healing di SDN 02 Jelbuk Usai Insiden Guru Over Reaktif
Oknum Guru SD di Jelbuk Jember Telanjangi Murid Gegara Hilang Uang, Dispendik Tarik Pelaku dari Sekolah
David Robie, Periset Yang Pernah Utarakan Standar Kebebasan Pers di Indonesia Bermasalah
Kode Etik Jurnalistik, Pernah Dikaji Akademisi UIN SUKA Dalam Perspektif Islam
Buntut Dugaan Keracunan Siswa, Satgas MBG Jember Tinjau SPPG Umbulsari
Konferensi Akademik di UGM Bahas Masa Depan Demokrasi, Soroti Relasi Polisi, Militer, dan Gerakan Sosial

Baca Lainnya

Tuesday, 10 February 2026 - 18:34 WIB

Peneliti Universitas Esa Unggul Sebut Kepentingan Konglomerat Media Rusak Demokrasi Pers

Tuesday, 10 February 2026 - 18:15 WIB

Logika Penguasaan Negara Pada Karya Jurnalistik Diteliti Akademisi

Tuesday, 10 February 2026 - 16:52 WIB

Oknum Guru SD di Jelbuk Jember Telanjangi Murid Gegara Hilang Uang, Dispendik Tarik Pelaku dari Sekolah

Monday, 9 February 2026 - 20:33 WIB

David Robie, Periset Yang Pernah Utarakan Standar Kebebasan Pers di Indonesia Bermasalah

Monday, 9 February 2026 - 20:12 WIB

Kode Etik Jurnalistik, Pernah Dikaji Akademisi UIN SUKA Dalam Perspektif Islam

TERBARU